Puskesmas Poncowarno Kembali Vaksinasi 160 Guru

  • Whatsapp
Puskesmas Poncowarno Kembali Vaksinasi 160 Guru

Lampung Tengah, Monitorindonseia.com – Puskesmas Poncowarno Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah kembali melakukan vaksinasi kepada 160 guru SMP dan SMA, Selasa (8/6/2021).

Hari ini Puskesmas Poncowarno memang dijadwalkan menyalurkan vaksin Covod-19 berjenis “Corona Vac” produk  “Biofarma” pada  tahap pertama kepada 160 orang guru.

Bacaan Lainnya

Peserta vaksin yang ikut antara lain, guru-guru SMP dan SMA dan juga guru lain yang belum sempat menerima vaksin Covid-19 yang sudah dijadwalkan sebelumnya di Puskesmas Poncowarno.

Dalam hal ini Puskesmas Poncowarno menargetkan sebanyak 160 orang sasaran penyaluran, dan angka ini terpenuhi, mengingat tingginya animo guru yang hadir di Puskesmas untuk mengikuti vaksinasi.

“Memang sasaran kita sebanyak 160 orang peserta, dengan memprioritaskan guru-guru SMP/SMA, karena nyatanya mereka belum sempat disuntik vaksin. Oleh karena itu harapan kami dalam waktu dekat ini semua guru-guru sudah dapat tervaksin dengan baik,” ujar dr. Sixto Slamino selaku dokter yang sedang bertugas di  Puskesmas Poncowarno, Kalirejo kepada awak media, Selasa.

Puskesmas Poncowarno akan merampungkan vaksinasi minimal 160 orang guru dalam satu hari ini. Sehingga diharapkan ke depan menjelang digelarnya sekolah tatap muka, para guru dapat terlindungi dari paparan Covid-19.

Selanjutnya, dr. Sixto juga menjelaskan vaksin Covid-19 mempunyai beberapa efek samping, diantaranya adalah rasa mengantuk, lapar, demam biasa, dan rasa nyeri pada tempat yang terkena suntikan vaksin.

Mekanisme pelaksanaan vaksinasi dilakukan melalui beberapa tahapan pelayanan, yakni :

1. Pendaftaran dan verifikasi data. memastikan sasaran peserta dengan menunjukkan KTP untuk dilakukan verifikasi.

2. Skrining. Petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan, mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana (suhu tubuh dan tekanan darah).

3. Vaksinasi. Petugas memberikan vaksinasi sesuai prinsip penyuntikan aman.

4. Observasi. Petugas mencatat hasil vaksinasi dan memberikan kartu vaksinasi.

“Dari kegiatan hari ini terpantau banyak yang hadir para guru-guru SMP/SMA dan kami berharap aktifitas guru sebagai pengajar lebih aman setelah divaksin dan dapat segera mengajar tatap muka sediakalanya di sekolahnya masing-masing,” pungkas dr. Sixto Slamino.[Gulman]

Pos terkait