Bentrokan Masjid Al-Aqsa, PWNU Jatim Serukan Sanksi Internasional

  • Whatsapp
Aksi Militer Israel Pelanggaran HAM Berat
Bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Sabtu (8/5/2021).

Monitorindonesia.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengecam dan menyerukan pemberian sanksi internasional terhadap Israel. Hal itu disampaikan PWNU pasca peyerangan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5/2021).

Ketua PWNU Jatim K.H. Marzuqi Mustamar di Surabaya, Ahad, mengatakan bahwa NU Jatim juga menginstruksikan kepada nahdiyin membaca Qunut Nazilah dan Hizin Nashor di sisa bulan puasa tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Ini sebagai bentuk solidaritas, memohon pertolongan dari Allah Swt. agar Palestina khususnya dan juga dunia dapat tercipta situasi yang damai,” ujarnya.

Warga Palestina yang sedang beribadah bertikai dengan polisi Israel Jumat malam (07/05/2021) di gedung mesjid Al-Aqsa, Jerusalem yang dianggap sebagai tempat suci baik bagi umat muslim maupun kaum yahudi dalam minggu eskalasi kekerasan di Jerusalem yang bergema di seluruh wilayah tersebut.

Layanan gawat darurat Palestina Red Crescent mengatakan bahwa setidaknya korban 53 orang terluka pada saat pertikaian dengan polisi di Jerusalem termasuk di antaranya 23 orang sedang dirawat di rumah sakit. Kebanyakan dari mereka terluka lebam di wajah dan mata karena peluru karet dan pecahan peluru dari granat suara. Sementara Israel mengungkapkan setidaknya enam orang aparat kepolisian yang terluka.

Jumat sebelumnya, pasukan tentara Israel menembak mati dua orang warga Palestina dan satu orang terluka setelah mereka mencoba melakukan penembakan di markas milik Israel yang ditempati oleh paramiliter pasukan perbatasan yang ditempati oleh West Bank, merupakan pertikaian terakhir yang memakan korban jiwa dalam minggu terakhir bertepatan dengan bulan suci Ramadhan bagi umat muslim.

Ketegangan telah mencuat dalam minggu-minggu terakhir di Jerusalem Timur yang diklaim milik kedua negara Israel dan Palestina. Pada awal Ramadhan, Israel memblokade tempat populer dimana warga Palestina melangsungkan tradisi sosialisasi untuk berbuka puasa. Tindakan ini mengakibatkan dua minggu pertikaian sebelum Israel memberlakukan protokol pembatasan Covid-19.[Yohana RJ]

Pos terkait