BREAKINGNEWS

Mendulang Berkah di Atas Rakit Pemangkas Jarak dan Waktu

Mendulang Berkah di Atas Rakit Pemangkas Jarak dan Waktu
Mendulang Berkah di Atas Rakit Pemangkas Jarak dan Waktu
Rakit yang dirangkai dari batang-batang bambu di Way Sekampung, Pringsewu, menjadi saluran berkah bagi pasangan suami-isteri  Mino (47) dan Basikem (40). Mereka bertempat tinggal di Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Pringsewu. Secara bergantian, pasangan ini mengoperasikan rakit alias getek untuk menyeberangkan warga yang memilih mengambil jalan pintas saat hendak beraktivitas. Dengan getek, warga bisa menempuh rute lebih pendek dan cepat. Getek tersebut sudah puluhan tahun mereka operasikan untuk menyeberangkan warga dari Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, menuju Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, begitu juga sebaliknya. Saat ditemui Monitorindonesia.com di lokasi, Mino menjelaskan, setiap satu sepeda motor yang menggunakan jasa getek miliknya hanya membayar tarif 3 hingga 5 ribu rupiah. "Sehari bisa dapat berapa, Mas?" “Kalau lagi ramai bisa sampai Rp300 ribu. Yang penting bisa buat makan sehari-hari,” jelas Mino saat di sela-sela aktivitasnya, Rabu (14/7/2021). Mino dan isterinya setiap hari menjalankan pekerjaan mengojek getek mulai dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. “Tapi kadang kalau ada yang pesan minta diantar, walau pukul 10 malam ya saya tetap berangkat,” ucapnya. Pantauan awak media di lokasi, terlihat mekanisme pengoperasian getek melintasi sungai selebar kurang lebih 40 meter itu  dengan cara ujung rakit ditambatkan atau diikat dengan tali sling (kawat baja) yang melintang di atas sungai. “Kalau sungai lagi banjir, tetap kita operasikan, tapi yang aku takutkan kalau ada sampah dan kayu besar. Sungai ini biasanya saat datang hujan malah jarang banjir. Meluapnya kadang justru pada musim kering atau karena kiriman banjir dari atas,” ungkapnya. Mino juga sempat menceritakan suka dukanya sebagai pengojek getek. Akibat kecerobohan penumpangnya, getek miliknya pernah tenggelam. Ceritanya begini, Bang. “Kejadiannya tahun 2020. Ada penumpang yang ngak sabaran mau nyeberang dan bawaannya  juga lumayan berat, melebihi kapasitas. Waktu itu  membawa tujuh sepeda motor dan saya juga sudah kelelahan. Akhirnya tujuh motor itu tercebur semua ke dalam sungai dan tenggelam,” keluhnya. Sementara itu, Gatot seorang pengguna getek mengungkapkan, berangkat kerja lebih suka naik getek penyeberangan karena jarak tempuh menjadi lebih pendek dan waktunya bisa lebih singkat. “Ya, setiap harinya saya pasti naik getek ini karena lebih cepat dan murah,” ucap guru sekolah di Grojogan Sewu itu. (Gulman Simanjuntak)

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru