Berbahasa Jawa Krama, Begini Perbincangan Kapolri Saat Blusukan di Solo

Wonten pak polisi lewat bilang: Pak polisi, bantuane wingi mpun telas.
Solo, Monitorindonesia.com - Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit blusukan membagikan paket sembako dan masker di warung hik di Kota Solo, Jumat (16/7/2021) malam.
Dari pantauan monitorindonesia.com, di salah satu warung hik, Sigit berbincang dengan pemilik menggunakan bahasa Jawa krama.
Tampak, mantan Kapolresta Solo itu dengan fasih berbincang dalam bahasa Jawa yang halus.
"Turun Pak"
"Pinten persen?" (berapa persen).
"50 persen, pak".
"Kenging napa?" (ada apa).
"Karena PPKM, Pak".
Selain menanyakan pendapatan pemilik warung hik, Kapolri juga menjelaskan alasan pemerintah terpaksa mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat.
"Karena angka covid kan sedang tinggi, jadi supaya masyarakat aman, terus angka covidnya bisa turun, maka aturannya dibuat," ungkapnya.
Sigit menjelaskan, meskipun penerapan PPKM Darurat, warung hik tetap masih boleh berjualan.
"Tapi jam 8 kudu bubar (tapi pukul 20:00 harus tutup). Nek enten seng tumbas mboten ngangge masker nggih diilingke nggih? (kalalu ada yang beli tanpa masker, diingatkan ya)," pesan Sigit.
Di akhir perbincangan, Kapolri menyerahkan paket sembako dari pemerintah. Selain itu, dia juga memberikan masker.
"Ini untuk tambah-tambah. Kalau nanti sudah habis, wonten pak polisi lewat bilang: Pak polisi, bantuane wingi mpun telas. (Pak polisi bantuannya kemarin sudah habis). Mben diparingi malih (biar dikasih lagi nanti)," ucapnya.
Selain membagikan paket sembako ke warung hik, Kapolri juga door to door membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19.
Seperti diketahui, Kapolri dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dijadwalkan akan melakukan tinjauan vaksinasi di Balai Kota Solo.
Selain di Balai Kota Solo, keduanya juga akan meninjau vaksinasi di Graha Saba Buana pada Sabtu (17/7/2021) pagi. (Bhk)
Topik:
