Jakarta, MI – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menggelar Bazar Pangan Ramadan dan Bazar UKM pada 2 - 13 Maret 2026.
Kegiatan ini berlangsung di 43 titik yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan program ini dijalankan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dilaporkan mengalami kenaikan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.
"Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya tekanan harga pangan secara nasional. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi," ucap Elisabeth dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Laporan BPS RI menunjukkan, pada Februari 2026, inflasi nasional tercatat 0,68 persen secara bulanan dan 4,76 persen secara tahunan, dengan inflasi kelompok pangan sekitar 1,54 persen secara bulanan.
Sejumlah komoditas dilaporkan mengalami kenaikan harga, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, beras, serta bawang merah.
"Peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh naiknya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri," tutur Elisabeth.
Ia mengatakan, bazar pangan menjadi salah satu instrumen yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
"Bazar Pangan Ramadan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu menstabilkan harga pangan menjelang Idulfitri. Dengan menambah pasokan langsung ke masyarakat, kami berharap tekanan harga di pasar dapat stabil kembali," katanya.
Kegiatan Bazar Pangan Ramadan dan Bazar UKM ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai lembaga pangan, antara lain Perum Bulog, ID Food, serta BUMD pangan Pemprov DKI Jakarta yaitu PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan PT Dharma Jaya.
"Melalui program bazar ini, kami berharap rantai distribusi kebutuhan pokok jelang Idulfitri 2026 menjadi lebih pendek dan harga yang diterima masyarakat lebih terjangkau," ucapnya.
Selain menyediakan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan Bazar UKM yang menghadirkan berbagai produk dari pelaku usaha kecil dan menengah binaan Jakarta Entrepreneur.
Elisabeth menambahkan, program bazar ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Pramono Anung yang terus mendorong agar stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Idulfitri tetap terjaga.
Pemprov DKI Jakarta berharap kegiatan bazar ini dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Idulfitri.
"Melalui bazar ini, kami menambah pasokan pangan langsung ke masyarakat agar lonjakan harga menjelang Idulfitri bisa ditekan, sekaligus memberi ruang bagi pelaku UKM untuk meningkatkan penjualan selama Ramadan," pungkas Elisabeth.

