BREAKINGNEWS

Garuda Indonesia Bantah Isu Suku Cadang, Tegaskan Semua Proses Sesuai Standar Keselamatan

Garuda Indonesia Bantah Isu Suku Cadang, Tegaskan Semua Proses Sesuai Standar Keselamatan
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara terkait isu pengelolaan suku cadang pesawat yang ramai beredar di media sosial dan sejumlah platform digital. Maskapai pelat merah itu menegaskan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi operasional perusahaan saat ini.

Melalui keterangan resmi Corporate Communications yang diterima Monitorindonesia.com, Kamis (19/3/2026), Garuda memastikan seluruh proses pengelolaan komponen pesawat dilakukan secara ketat, profesional, dan mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional.

“Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan komponen suku cadang armada dilaksanakan secara ketat dan terstandardisasi, mengacu kepada regulasi serta standar keselamatan penerbangan yang berlaku guna memastikan keandalan operasional dan keselamatan penerbangan tetap terjaga,” demikian pernyataan Corporate Communications Garuda Indonesia.

Pihak Garuda juga meluruskan bahwa inventaris suku cadang yang dikaitkan dalam pemberitaan sebelumnya merupakan komponen lama (obsolete). Suku cadang tersebut berasal dari armada yang sudah tidak lagi dioperasikan, seperti B737-300, B737-500, B747, serta McDonnell Douglas (MD).

“Komponen dimaksud merupakan suku cadang unused serta dipastikan tidak dapat dan tidak pernah digunakan untuk mendukung operasional armada aktif Garuda Indonesia saat ini,” lanjut keterangan tersebut.

Lebih jauh, Garuda menegaskan bahwa pengelolaan inventaris lama itu telah ditindaklanjuti sesuai prinsip good corporate governance (GCG) dan mengacu pada rekomendasi regulator sejak 2024. Seluruh proses disebut dilakukan secara akuntabel, termasuk dalam pengelolaan aset yang telah melewati masa siklus penggunaan.

Dalam aspek operasional, Garuda juga menekankan bahwa setiap komponen pesawat yang digunakan telah melalui proses verifikasi menyeluruh. Proses tersebut mencakup quality control, traceability, hingga kelengkapan dokumentasi teknis.

“Setiap komponen memiliki riwayat penggunaan yang dapat ditelusuri secara menyeluruh melalui sistem pencatatan terintegrasi, sesuai standar industri penerbangan,” tegas Corporate Communications.

Garuda Indonesia menyatakan akan terus menjaga integritas operasional melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan layanan penerbangan tetap mengedepankan service excellence bagi seluruh pengguna jasa.

Adapun keterangan ini merupakan hak jawab atas pemberitaan Monitorindonesia.com sebelumnya terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor: 18/LHP/XX/8/2024 tertanggal 30 Agustus 2024, yang mengulas kepatuhan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk beserta entitas terkait untuk periode 2020 hingga Semester I 2023.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru