Padang, MI – Dewan Komisaris PT Hutama Karya (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah proyek strategis di Sumatera Barat pada 4–6 Juni 2026. Kunjungan tersebut meliputi operasional Jalan Tol Padang–Sicincin, Proyek Penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana, serta proyek Penanganan Akses Malalak.
Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan, kunjungan Dewan Komisaris PT Hutama Karya menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proyek strategis yang dikelola perusahaan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Melalui rangkaian kunjungan ini, Dewan Komisaris memberikan berbagai arahan strategis untuk memastikan proyek-proyek yang tengah dikerjakan Hutama Karya dapat berjalan sesuai target, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung penguatan konektivitas dan percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat," ujar Hamdani dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Rangkaian Kunjungan Dewan Komisaris PT Hutama Karya
Pada 4 Juni 2026, Dewan Komisaris meninjau operasional Jalan Tol Padang–Sicincin sepanjang 35,45 kilometer yang telah beroperasi dan memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah. Dewan Komisaris juga memperoleh pemutakhiran terkait pengembangan koridor Padang–Bukittinggi yang diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selanjutnya pada 5 Juni 2026, Dewan Komisaris meninjau Proyek Penanganan SPAM Pascabencana Sumatera Barat di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Proyek ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana dan diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 409 ribu jiwa atau setara dengan 102.361 sambungan rumah. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 18,491 persen.
Rangkaian kunjungan ditutup pada 6 Juni 2026 dengan peninjauan langsung ke Proyek Penanganan Akses Malalak yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Proyek ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan konektivitas pascabencana banjir bandang dan longsor. Dari total 13 titik penanganan, sebanyak 8 titik telah selesai dikerjakan dan 5 titik lainnya masih dalam tahap percepatan penyelesaian.
Selama kunjungan, Dewan Komisaris menekankan pentingnya penyelesaian proyek secara tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek mutu, keselamatan kerja, tata kelola yang baik, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dewan Komisaris juga mendorong agar setiap proyek senantiasa berorientasi pada manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

