Besaran Rencana Anggaran Pertahanan Rp 1.788 T, Ekonom INDEF Kritik Menhan

  • Whatsapp
Besaran Rencana Anggaran Pertahanan Rp 1.788 T, Ekonom INDEF Kritik Menhan
Ekonom INDEF, Didik J Rachbini.

Monitorindonesia.com – Rencana anggaran pertahanan sebesar Rp1.788,2 Triliun yang tertuang dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2040 atau (Alpalhankam) sudah di luar kepantasan. Bahkan, momentumnya salah, mengingat bangsa ini sedang dilanda krisis Covid-19.

Demikian disampaikan Ekonom senior INDEF yang juga Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini kepada awak media di Jakarta, Kamis (3/6/2021), menanggapi besaran anggaran guna melakukan modernisasi alutsista yang digagas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) pimpinan Prabowo Subianto.

Diingatkan Didik, jika pandemi Covid-19 ini telah meruntuhkan banyak pilar sosial kemasyarakatan dan sangat memerlukan dukungan, dibandingkan dengan melipatgandakan anggaran untuk pertahanan dan keamanan.

“Selain itu, besaran anggaran yang diajukan Kemhan tersebut tak layak karena APBN kita sekarat. Termasuk syarat utang dan tidak masuk di akal sehat,” sentilnya.

Ia juga menegaskan, dalam keadaan seperti ini tidak pantas anggaran tersebut diajukan dalam jumlah yang sangat besar dan menguras anggaran sosial, pendidikan, kesehatan, daerah dan sebagainya.

“Jika anggaran ini disetujui Komisi I DPR, maka wakil rakyat pun tidak tahu diri dan kurang mengukur kepantasan dengan kondisi prihatin pada saat ini,” tegasnya lagi.

Didik menambahkan, sampai tahun 2022, DPR tidak memiliki hak budget lagi sesuai Perpu dan Undang-Undangan, sehingga tidak bisa mengubah angka satu rupiah pun dari yang sudah diusulkan pemerintah.

“Ini masalah salah kaprah lain yang melanggar undang-undang dasar dimana hak budget DPR diamputasi,” pungkasnya. (Ery)

#Rencana Anggaran Pertahanan
#Ekonom INDEF-Menhan-Rencana Anggaran Pertahanan Rp 1.788 T 

Pos terkait