Revisi UU Otsus, Papua Dimekarkan Jadi 5 Provinsi

  • Whatsapp
Revisi UU Otsus, Papua Dimekarkan Jadi 5 Provinsi
Menko Polhukam Mahfud MD. [ist]

Monitorindonesia.com -Pemerintah akan memperpanjang kebijakan dana otonomi khusus (Otsus) Provinsi Papua. Hal ini diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci Workshop Pendapat BPK terkait dengan Pengelolaan Dana Otsus Provinsi Papua dan Papua Barat, Selasa (30/3/2021).

“Otonomi khusus itu tidak perlu diperpanjang, itu sudah berlaku sejak 2001 dan tidak perlu perpanjangan. Yang diperpanjang itu hanya dananya, dana khususnya,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, struktur ketatanegaraan dan hubungan pusat dan papua tidak ada perubahan. Sehingga Undang-undangnya tidak akan diperpanjang.

Dia mengatakan, dalam perpanjangan Dana Otsus, pemerintah akan melakukan revisi pada sejumlah peraturan. Termasuk revisi sejumlah pasal dalam Undang-undang Otonomi Khusus Provinsi Papua.

“Draf revisi tersebut saat ini telah diserahkan ke DPR. Kita akan merevisi pasal 76 yaitu untuk memekarkan daerah provinsi mungkin akan tambah tiga provinsi sehingga menjadi lima, melalui revisi undang-undang bukan perpanjangan UU. Revisi 2 pasal yakni Pasal 34 tentang dana dan pasal 76 tentang pemekaran,” ucapnya.

Sebagai realisasi Inpres Nomor 9 Tahun 2020, Pemerintah juga mengeluarkan Kepres Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Prov Papua Barat, dan membentuk Tim Hukum untuk melaksanakan penelitian penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat.

Pemerintah menilai pembangunan di Papua masih belum efektif. Hal itu karena situasi keamanan yang tidak kondusif, masih tingginya kasus korupsi dan belum terintegranya sejumlah program pemerintah.

“Saya ingin mengatakan ke depannya pemeriksaan BPK diharapkan lebih bisa terukur karena dana Otsus akan naik, kemudian aspirasi penegakan hukum sangat kuat disampaikan dari masyarakat. Dan kerja sama antara pemerintah dan BPK sangat penting,” kata Mahfud.[man]

 

Pos terkait