Roy Suryo : Laporan ke Polda Metro Jaya Ini Harus Menjadi Pelajaran

  • Whatsapp
Roy Suryo : Laporan ke Polda Metro Jaya Ini Harus Menjadi Pelajaran

Monitorindonesia.com – Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo berharap  laporannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray harus menjadi cerminan bagi masyarakat Indonesia dalam dunia Sosial Media.

“Laporan ke Polda Metro Jaya ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk bijak ber- Sosial Media & tidak sembarangan mengunggah demi konten, apalagi isinya hoax, fitnah dan pencemaran nama baik orang lain,” kata Roy Suryo saat dikonfirmasi Monitorindonesia.com, Sabtu (5/6/2021).

Bacaan Lainnya

Roy menilai konten di media sosial tidak boleh memuat ujaran kebencian atau hate speech, unggahan konten harus dikemas dengan norma dan etika masyarakat Indonesia.

Sementara Kuasa hukum Roy Suryo, Pitra Romadoni Nasution menuding Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin diduga telah menghilangkan barang bukti.

“Yang bersangkutan (Eko dan Mazdjo) diduga telah menghilangkan barang bukti dengan mengedit kata-kata tadi yang semula ada nama Roy Suryo dan sekarang tidak ada lagi,” kata Pitra saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Jumat (4/6/2021).

Barang bukti yang dimaksud yakni, dengan menghapus kata atau tagline bertuliskan ‘Roy Suryo’ dalam konten yang diunggah di Channel YouTube @Pra-Kontro 2045 TV episode 36.

Konten yang berdurasi sekitar 18 menit itu sendiri menjadi barang bukti bagi Roy Suryo yang menyatakan Eko dan Mazdjo memfitnah sekaligus mencemarkan nama baik.

Akan tetapi, menurut Pitra, semula konten yang berjudul ‘Eko Kuntadhi dan Mazdjo Dewa Panci Roy Suryo Bikin Ulah Lagi (Pra Kontro #36)’ telah diubah dengan dihapus tulisan Roy Suryo oleh keduanya saat pihaknya melaporkan ke Polda Metro Jaya.

Tak hanya pada judul, tagline yang menyertakan nama Roy Suryo juga dikatakan Pitra sudah dihapus.

Namun,  menurut Pitra , pihaknya telah menyimpan gambar dari hasil tangkapan layar channel YouTube tersebut untuk ditunjukkan sebagai barang bukti kepada pihak kepolisian.

Oleh karena itu, dia menilai pemilik akun tersebut telah dengan sengaja menyerang harkat dan martabat eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut.

“Ini berarti ada unsur mens rea (niat jahat) di dalam perbuatan tersebut dan saya lihat ada kesengajaan dari yang bersangkutan,” ujar Pitra.

Atas dasar mengedit dokumen elektronik itu, Pitra menyatakan kalau Eko dan Mazdjo telah mengetahui kalau perbuatannya tersebut salah.

Namun Pitra menegaskan, pihaknya bersikeras ingin permasalahan tersebut diusut oleh pihak kepolisian hingga selesai.

“Kami berharap perkara ini menjadi atensi, sehingga tidak ada lagi korban-korban berikutnya seperti itu (pencemaran nama baik),” tandasnya.

Pos terkait