Samsat Nganjuk Raih Wilayah Bebas Korupsi

  • Whatsapp
Samsat Nganjuk Raih Wilayah Bebas Korupsi

 

Monitorindonesia.com-Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Nganjuk, berhasil membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi(WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pada akhir Desember 2020, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan Penghargaan kepada UPT PPD Nganjuk atas partisipasinya sebagai unit kerja pelayanan berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang ditandatangani oleh Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja dari teman teman semuanya di UPT khususnya yang bertugas di Samsat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita berupaya agar Samsat Nganjuk bebas dari korupsi lewat pelayanan yang bersih dan transparan,” demikian dikatakan Kepala UPT PPD Nganjuk kepada monitorindonesia.

Agar layanan lebih tertib di Samsat maka Wajib Pajak (WP) yang akan mengurus surat surat kendaraannya maka terlebih dahulu mendapatkan nomor antrian sesuai dengan jenis yang akan diurus, apakah ambil BPKB, duplikat STNK, Mutasi, Registrasi 5 tahunan dan sudah tercantum jam berapa masuk loket.

“Jadi apabila ada komplain tentang waktu maka akan bisa terdeteksi dari jamberapa dia masuk loket,” tambah mantan kepala UPT PPD Pasuruan ini.

Untuk kelengkapan berkas maka sebelum menerima nomor antrian, petugas terlebih dahulu mengecek kelengkapan berkas. Apabila belum lengkap sesuai dengan persyaratan yang ditentukan maka harus dilengkapi terlebih dahulu agar tidak menjadi permasalahan yang bisa memperlambat alur perjalanan berkas diloket.

Dimasa pandemi saat ini, WP sebelum menerima nomor antrian maka pemohon yang boleh masuk hanya satu orang saja, teman atau pengantar dipersilahkan menunggu diluar. Ini demi untuk menerapkan Protokol Kesehatan yaitu jaga jarak. Tentunya sebelum masuk loket Wajib pakai masker, cuci tangan serta cek suhu tubuh.

Untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sudah disiapkan scan barcode, jadi WP masukkan penilaiannya lewat HP yang dekatkan dengan scan barcode, jadi transparan.

“Kita mendapatkan WBK lewat penilaian yang Ketat dari Kemenpan. Kita tidak mengetahui kapan tim penilai datang serta metodenya bagaimana semua Kemenpan yang mengetahui,” ujarnya.

Terimakasih kepada teman teman di Samsat Nganjuk atas Penghargaan ini, mari kita jadikan Penghargaan ini untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan tentunya tidak akan melakukan Korupsi.

Kepada masyarakat terimakasih atas partisipasinya membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Nya dengan tepat waktu demi kelancaran pembangunan Jatim. Mohon pelayanan kami di koreksi, di apresiasi lewat barcode yang telah kami sediakan, pintanya. (robert)

Pos terkait