Satu dari Tiga Terlapor Penembak Laskar FPI Tewas Kecelakaan  

  • Whatsapp
Satu dari Tiga Terlapor Penembak Laskar FPI Tewas Kecelakaan  

Monitorindonesia.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan satu dari tiga anggota Polda Metro Jaya yang menjadi terlapor kasus unlawful killing penembak terhadap anggota FPI telah meninggal dunia akibat kecelakaan.

“Iya betul,” jawab Argo saat dikonfirmasi lewat pesan instant Whatsapp, Kamis (25/3).
Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal kecelakaan apa yang dialaminya dan kapan kecelakaan itu terjadi, Argo belum menjawabnya. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi awak media mengatakan satu dari tiga anggota polisi yang berstatus terlapor dalam kasus “unlawful killing” telah meninggal dunia.
Menurut Agus, informasi meninggalnya terlapor unlawful killing tersebut diperoleh saat gelar perkara. “Informasi yang saya terima saat gelar salah satu terduga pelaku meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus pula.
Kabareskrim tidak menjelaskan lebih lanjut soal informasi kecelakaan yang dialami anggota Polri berstatus terlapor perkara unlawful killing tersebut. “Silakan dikonfirmasi kepada penyidik atau Polda Metro Jaya ya,” ujar Agus lagi.
Tiga anggota Polda Metro Jaya menjadi terlapor dalam kasus pelanggaran HAM unlawful killing terhadap empat anggota Laskar FPI di Km 50 Tol Cikampek. Polri telah menaikkan status perkara unlawful killing dari penyelidikan ke penyidikan pada Rabu (10/3).
Sejak dinaikkan statusnya, tiga anggota Polda Metro Jaya masih jadi terlapor kasus pembunuhan dan penganiayaan empat laskar Front Pembela Islam (FPI) yang terjadi pada 6 hingga 7 Desember 2020 di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Ketiga anggota Polda Metro Jaya tersebut telah dibebastugaskan untuk keperluan penyidikan.
Ketiganya dikenakan Pasal 338 juncto Pasal 351 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan. Komnas HAM pada 8 Januari 2021 telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kematian 6 orang laskar FPI yang berawal dari pembuntutan terhadap Rizieq Shihab pada 6-7 Desember 2020.
Saat itu, anggota Polri mengikuti rombongan tokoh FPI itu bersama para pengawalnya dalam sembilan kendaraan roda empat bergerak dari Sentul ke Karawang. Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa insiden penembakan enam laskar merupakan pelanggaran HAM.
Menurut anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, penembakan enam laskar merupakan unlawful killing sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian. (tak)
Ditlantas Polda Metro Jaya Operasikan 98 Unit E-TLE Statis, 30 Kamera Mobile
Monitorindonesia.com
Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sudah resmi diluncurkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara nasional pada Selasa (23/3/2021). Khusus wilayah hukum Polda Metro Jaya kini tercatat sebanyak 98 unit kamera ETLE sudah difungsikan.
Kamera-kamera pengintai pelanggaran lalu lintas tersebar di sejumlah jalan protokol Ibu Kota. Pengendara kendaraan bermotor diminta untuk taat aturan berlalu lintas, karena setiap pelanggaran akan terekam kamera ETLE.
Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, selain 98 kamera ETLE statis telah dipasang di Jakarta, pihaknya juga telah meluncurkan 30 kamera ETLE mobile. Diharapkan, pemberlakuan tilang ETLE akan
mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas.
Dikatakan Kombes Sambodo, pemasangan kamera ETLE dilakukan dalam beberapa tahapan. “Awalnya sudah terpasang 57 unit kamera, sekarang ditambah 41 kamera. Totalnya 98 unit kamera,” kata Kombes Sambodo, Rabu (24/3/2021).
Lanjut Sambodo, sebanyak 98 unit kamera ETLE tersebar di berbagai titik Ibu Kota. Dia memastikan sejumlah titik yang dipasangi kamera ETLE di antaranya, Jalur arteri, jalur busway, daerah penyangga hingga jalan tol.
Sementara itu, 30 kamera ETLE Mobile lanjut Sambodo dikhusus untuk lokasi-lokasi yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas, namun belum ada kamera ETLE di lokasi itu. Kamera ETLE Mobile setiap hari berpindah pindah dari satu titik ke titik lain. (tak)

Pos terkait