Saudara Presiden Honduras Dihukum Penjara Seumur Hidup di AS Atas Perdagangan Narkoba

  • Whatsapp
Saudara Presiden Honduras Dihukum Penjara Seumur Hidup di AS Atas Perdagangan Narkoba

Monitorindonesia.com – Saudara laki-laki dari Juan Orlando Hernandez, Presiden Honduras, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh hakim New York pada hari Selasa (30/03/2021) atas perdagangan narkoba dalam jumlah besar setelah sidang yang melibatkan pimpinan negara Amerika Tengah tersebut.

Tony Hernandez (42 tahun) terbukti bersalah sejak tahun 2019 termasuk dengan konspirasi untuk impor kokain ke AS, kepemilikan senjata api dan pernyataan yang salah.

Hakim P. Kevin Castel berkata bahwa hukuman seumur hidup terhadapa anggota kongres Honduras yang telah menjual lebih dari 185 ton kokain di negara AS dengan cap inisial namanya “TH” sangat pantas untuknya.

Jaksa Penuntut menuntut hukuman mati dengan menegaskan “Hernandez tidak menunjukkan rasa penyesalan dan merupakan kepala dari salah satu perdagangan kokain yang paling besar dan keras di dunia.”

Sementara tim kuasa hukumnya meminta untuk minimum hukuman tahanan wajib 40 tahun. Hernandez meruapakan salah satu anggota kongres Honduras dari 2014 sampai 2018 ditangkap di Bandara Miami pada November 2018.

Selama masa persidangan, para jaksa penuntut AS mengungkapkan bahwa Presiden Hernandez terlibat bersama konspirasi tindakan kriminal saudaranya itu meskipun dia tidak dikenai sanksi secara resmi ole sistem peradilan AS.

Para pengacara pemerintahan berkata bahwa presiden membutuhkan jutaan dolar untuk menyuap para mafia narkoba termasuk raja mafia Mexico Joaquin “El Chapo” Guzman.
Presiden Hernandez berungkali menyangkal semua tuduhan perdagangan narkoba yang ditujukan padanya.

Dia mengklarifikasi setelah hukuman dijatuhkan, Presiden Hernandez berkata bahwa berita dari New York sangat melukainya dan menegaskan bahwa tuduhan yang ditujukan oleh saksi utama di dalam persidangan telah berbohong.

Hernandez, seorang pengacara yang berkuasa sejak Januari 2014 dan masa jabatannya yang kedua telah mengungkapkan dirinya sendiri sebagai pemenang dalam melawan narkoba.
Selama persidangan abangnya tersebut, pemerintah AS berhasil membantah bahwa Tony Hernandez pelaku perdagangan narkoba dari 2004 sampai 2016 dengan yang lainnya di Kolombia, Honduras dan Meksiko untuk import kokain di AS baik jalur udara dengan pesawat dan jalur laut dengan kapal dan kapal selam.

Hernandez menghasilkan jutaan dollar dari perdagangan narkoba yang digunakan untuk mempengaruhi tiga pemilihan presiden menurut pengacara AS. Jaksa juga mengungkapkan bahwa Hernandez terlibat setidaknya dalam dua kasus pembunuhan pesaingnya dalam bisnis narkoba pada tahun 2011 dan 2013.

Pengacara pembela tidak mampu mempertanyakan kredibilitas para saksi yang mana banyak dari mereka sebelumnya juga pelaku perdagangan narkoba dan beberapa dari mereka telah divonis atas kasus pembunuhan.

Jaksa Penuntut AS dengan gesit mengejar para pejabat publik Honduras yang masih aktif dan terdahulunya berikut dengan keluarga para pelaku tertuduh atas perdagangan narkoba.
Awal bulan ini, seoarang hakim di New York mengungkap bahwa Geovanny Fuentes Ramirez, rekan Presiden Hernandez terbukti bersalah atas perdagangan narkoba.

Selama persidangannya, para jaksa AS mengatakan bahwa pimpinan negara Honduras tersebut telah membantu Fuentes untuk menyelundupkan berton-ton kokain masuk ke AS, sebuah tuduhan terhadap presiden menjelaskan dia berbohong.

Guzman, wakil pimpinan perdagangan narkoba Meksiko divonis di New York pada Februari 2019 atas penyelundupan berton-ton kokan, heroin, methamphetamine dan ganja ke Amerika Serikat.[Yohana RJ]

Sumber: VOA

Pos terkait