Sejak AHY Ketum PD, Tak Ada Lagi Ruang Demokrasi

  • Whatsapp
Sejak AHY Ketum PD, Tak Ada Lagi Ruang Demokrasi
SBY dan anaknya AHY .[ist]

Monitorindonesia.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut telah mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dilakukan di luar kongres. Perubahan itu terkait pemilihan ketua DPD dan DPC yang dilakukan secata tidak demokratis.

“Mengapa diubah, salah satunya hak demokrasi ketua DPD dan DPC,” kata Ketua Umum Angkatan Muda Partai Demokrat, Boyke Novrizon dalam debat antara pengurus DPP Demokrat dengan kubu ‘tersakiti’ di channel YouTube Akbar Faizal,yang dikutip, Jum’at (5/2/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Boyke, sejak kepemimpinan AHY tidak ada lagi ruang demokrasi untuk kader yang maju menjadi pimpinan. Dari zaman dahulu kala, dikatakan dia, selalu ada ruang demokrasi, pemilihan ketua DPD itu terbuka.

“Hari ini tidak, makanya saya bawa ini AD/ART diubah di luar kongres, tidak ada mekanisme tentang tata tertibnya. Bahwa di pasal 83, musyawarah daerah dan musyawarah luar biasa, di sini jelas, memilih menetapkan, dan mengusulkan sebanyak banyaknya, tiga nama calon ketua pimpinan daerah, dan dipilih ditetapkan oleh tiga tim yakni ketua umum, sekjen dan badan OKK. Pemilihan DPC juga dipilih lima orang tim, ini mengangkangi demokrasi,” katanya.

Boyke mengatakan, tidak perlu lagi ada kongres sebagai wadah demokrasi yang diatur UU.

“Kalau begitu besok pemilihan Ketum tidak ada lagi kongres, buat apa? Ini tidak ada selama beberapa periode. Yang saya tahu kongres itu final. Kok ini seperti ini sih, ketua DPC itu marwah lo, tapi dipilih tidak demokrasi. Biarin teman DPC DPD masuk ruang demokrasi, ada kebanggaan, walaupun kalah , apalagi menang, ada kebanggaan,” ujarnya.

Menjawab tudingan mengubah AD/ART di luar kongres, Kepala Badan komunikasi Strategis Partai Demokrat Harzeky Mahendra Putra membantahnya.

“Tidak ada itu, rancangan itu dibuat sengaja, tapi pada kongres dikembalikan lagi pada peserta kongres. Rancangan ini ditawarkan bagaimana menyempurnakan organisasi. Memang pada saatnya melahirkan dialektikka baru,” ungkapnya di tempat yang sama.

Menurutnya, memang sejak kepemimpinan AHY, Demokrat bertranformasi menuju partai moderen, namun tidak meninggalkan aturan demokrasi.

“Zaman itu berubah, bagaimanapun Demokrat adalah partai tokoh, kalau dulu tokohnya Pak SBY, sekarang AHY, tapi justru dengan kepengurusan saat ini, saya sekaligus klarifikasi juga, kita menuju partai moderen,” ucapnya.[man]

Pos terkait