Sejumlah Koridor dan Halte Transjakarta Tidak Ada Pelayanan

  • Whatsapp
Sejumlah Koridor dan Halte Transjakarta Tidak Ada Pelayanan
Petugas Transjakarta ikut mengatur arus lalu lintas di saat sejumlah rute bus dialihkan karena dampak banjir di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021) [istimewa]

Jakarta, MonitorIndonesia.com – Dampak banjir di ibukota Jakarta ikut mempengaruhi pelayanan moda transportasi bus Transjakarta. Dalam update terbarunya pada Sabtu (20/2/2021) disebutkan telah kembali dilakukan penyesuaian terkait dampak banjir Jakarta.

“Untuk mengantisipasi kondisi genangan di Jalan Gatot Subroto, LIPI dan kepadatan jalur koridor 9 untuk Bus arah Pluit dilakukan pengalihan via tol Jamsos keluar – Semanggi. Sedangkan arah Pinang ranti jalur normal,” ujar Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Prasetia Budi dalam keterangan tertulisnya.

“Halte yang tidak ada pelayanan Halte Jamsos dan Halte Gatot Subroto LIPI Petugas kami di lapangan ikut mengatur lalu lintas,” tambah .

Prasetia Budi mengungkapkan beberapa layanan yang terpaksa stop beroperasi sementara mengingat kondisi genangan air yang tidak memungkinkan untuk dilintasi armada.

“Tingginya genangan air di sekitar jalan Mayjen Sutoyo, Pejaten dan sekitar Kampung Rambutan berdampak pada distopnya sejumlah rute layanan Transjakarta untuk sementara,” tuturnya.

Rinciannya hingga Sabtu (20/2/2021) pukul 12.00 WIB adalah rute normal sebanyak 24, rute stop operasi ada empat dan rute yang dialihkan ada empat juga.

Adapun rincian rute BRT dan Non BRT Transjakarta dalam kondisi banjir sebagai berikut :

Koridor 1, 2, 3, 4 dan 5 beroperasi normal. Sedangkan koridor 6 stop operasi untuk sementara karena ada titik banjir di sekitaran Pejaten.

Adapun bus Transjakarta koridor 7 rutenya hanya sampai tanah merdeka karena ada titik banjir sekitaran terminal Kampung Rambutan.

Koridor 8 dan 9 beroperasi normal. Sedangkan koridor 10 ada pengalihan dan perpendekan, karena ada titik banjir sekitaran Sutoyo.

Terakhir, berdasarkan informasi dari petugas di lapangan koridor 11, 12 dan 13 beroperasi normal.

Tentang rute non BRT, dijelaskan bahwa Rute 1C (Blok M – Pesanggrahan) stop operasi karena ada titik banjir di jalan Ciledug Raya.

Rute 5M (Kampung Melayu – Tanah Abang) juga stop operasi berhubung ada genangan air di depan pool Kampung Rambutan sehingga bus tidak bisa keluar.

Akibatnya rute 7B juga mengalami perpendekan rute karena titik banjir di terminal Kampung Rambutan itu.

Rute 7P (Pondok Kelapa- BKN) normal namun diberlakukan kontraflow karena ada titik banjir di jalan Sutoyo.

Rute 1M (Blok M – Meruya) mengalami pengalihan rute karena ada titik banjir sekitaran Meruya.

Rute 7A (Kampung Rambutan – Lebak Bulus) stop operasi akibat titik banjir sekitaran Deptan.

Info rute lainnya yaitu

10K (Tanjung Priok – Senen), 11D (Pulo Gebang – Pulo gadung),

1A (PIK- Balai kota),

1E (Pondok labu – Blok M), 1Q ( Rempoa- Blok M), 2P (Gondangdia -Senen),

2Q (Tanah Abang- Gondangdia), 3E (Puri Kembangan – Centraland), 7B (Kampung Rambutan – Blok M), 7D (TMII – Pancoran), 8D (Joglo – Blok M), 8E (Bintaro – Blok M) dan 9D (Pasar Minggu-Tanah Abang) semuanya beroperasi normal.

Untuk rute bus kecil atau Mini Trans maka pengoperasian JAK02 mengalami pengalihan jalur, JAK06 harus stop operasi karena di pertigaan Cedang ketinggian air mencapai 50-60 cm, JAK08 harus diperpendek rutenya, dan JAK14 stop operasi berkait ada titik banjir sekitaran jalan pengapuan. Begitu juga JAK19 yang harus stop operasi karena pertigaan Cedang ketinggian air mencapai 50-60 cm, dan Jalan Rukun ketinggian air bahkan mencapai 70 cm.

Rute JAK20 juga terpaksa stop operasi akibat titik banjir di jalan skadron, sedangkan rute JAK21 harus stop operasi akibat titik banjir di jalan komodor.

Sejumlah rute lainnya yang belum disebutkan juga mengalami pengalihan rute atau stop operasi untuk sementara. “Kami mohon maaf untuk itu. Namun, semua layanan ini akan kembali beroperasi normal kembali, apabila jalur sudah memungkinkan untuk dilintasi armada,” tandas Prasetia Budi.

Sedangkan sejumlah stasiun MRT Jakarta yang berada di bawah tanah hingga Sabtu (20/2/2021) tetap beroperasi dengan normal meski curah hujan ekstrim yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir membuat banjir di banyak lokasi.

“MRT Jakarta tetap beroperasi normal. Seluruh stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus Grab hingga Bundaran HI, terutama stasiun bawah tanah saat ini tetap dalam kondisi yang aman,” ujar Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo, Sabtu (20/2/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Ia menyebutkan bagi seluruh masyarakat DKI Jakarta yang hendak berpergian menggunakan MRT Jakarta dapat merencanakan perjalanannya secara normal.

“Sejak fase desain, stasiun bawah tanah MRT Jakarta telah dibangun dengan pertimbangan pencegahan banjir. Selain itu, koordinasi erat dengan dinas terkait seperti Dinas Bina Marga maupun Dinas Sumber Daya Air terus dilakukan guna mengoptimalkan fungsi drainase jalan,” jelas Ahmad Pratomo.

Ia mengungkapkan setiap stasiun juga telah dilengkapi dengan pompa air dan sumur resapan. Flood gate juga tersedia di setiap pintu masuk stasiun bawah tanah MRT Jakarta, yang mana akan digunakan apabila banjir mencapai lebih dari 1,5 meter dari permukaan jalan.

Pos terkait