Seorang Pria Asal Seattle Ditahan Karena Mencoba Bergabung dengan Kelompok Teror

  • Whatsapp
Seorang Pria Asal Seattle Ditahan Karena Mencoba Bergabung dengan Kelompok Teror

Seattle, Monitorindonesia.com – Seorang pria asal Seattle berusia 20 tahun menghadapi kasus yang berhubungan dengan terorisme setelah dia ditahan saat pesawatnya belum hendak lepas landas untuk bergabung dengan kelompok negara islam (Islamic State – IS), kantor pengadilan AS mengatakan Selasa (01/06/2021).

Elvin Hunter Bgorn Williams ditahan Jumat (28/05/2021) di bandara internasional Seattle –Tacoma pada saat dia check in penerbangan ke Kairo, Mesir menurut aduan kriminal yang diungkapkan ke publik Selasa (01/06/2021) di AS wilayah Seattle.

Pengaduan tersebut mengatakan bahwa para anggota dari area masjid Seattle yang mencoba menderadikalisasi Williams sesuai pernyataanya ke FBI kemudian dia melanjutkan ikut dengan kegiatan kekerasan dan ekstrimis.
Williams membuat video penampilan awalnya di pengadilan Selasa (01/06/2021) atas tuduhan sebagai bahan pendukung terhadap organisasi teroris.

Corey Endo, selaku asisten pembela publik federal ditunjuk sebagai pendamping Williams yang diminta untuk mengajukan pengukuhan penahanan untuk process lebih lanjut, Dia menolak memberi penjelasan setelah mendengarkan hal itu.

Pengaduan tersebut mmenggambarkan William merupakan pelaku radikal sendiri dan mengatakan bahwa dia menjadi sorotan FBI ketika dia berusia 16 tahun. Itu ketika petugas administrasi di sekolahnya melaporkan bahwa dia mengatakan kepada orang lain dia ingin bergabung dengan IS dan bahwa serangan teroris yang mematikan pada saat konser Ariana Grande di Inggris dikarenakan cara berpakaian penyanyi tersebut yang tidak pantas.

Pada saat itu ibunya mengaku ke FBI bahwa William telah dilarang menggunakan media sosial atas sikapnya yang pro terhadap unggahan IS dan dia memutuskan jaringan internet di rumahnya untuk menjauhkan dia bisa mengakses website ekstrimis, aduan tersebut mengungkapkan.

November lalu, seorang anggota masjid yang belum diidentifikasi pada saat di pengadilan menghubungi agensi untuk melaporkan tentang William, agen khusus FBI David Narrance menulis dalam tuduhan tersebut. Sebagai tindakan amal, masjid tersebut telah merawatnya dengan usaha menderadikalisasinya membantunya dengan memberikan tempat tinggal, makanan dan biaya kuliah.

Para anggota jamaah masjid tersebut juga memberinya HP dan laptop berharap bahwa itu bisa membantunya mendapat pekerjaan, isi tuduhan tersebut. Tetapi mereka juga memastikan bahwa dia akan meninggalkan IS jika dia mau dibantu.

Salah satu jamaah masjid tersebut menarik HPnya setelah melihat Williams menggunakan HP-nya untuk menonton video yang berhubungan dengan IS dan terlibat dengan percakapan online tentang ekstrimis, Narrance mencatat. Para jamaah masjid merasa terganggu dengan apa yang mereka temukan banyak video kekerasan termasuk yang dipimpin oleh militant IS dan petunjuk pembuatan bom.

FBI melakukan penyelidikan dan mencatat bantuan dari beberapa informan rahasia, termasuk beberapa orang yang mengirimkan pesan kepada Williams tentang rencananya dan yang lain selaku perekrut IS. Dalam beberapa pesan yang dikutip dalam tuduhan tersebut, Williams membahas tentang keinginannya untuk jadi martir, keinginannya untuk berperang di gurun daripada hutan, keinginannya yang sangat kuat untuk memenggal seseorang – dan keinginannya untuk ditahan di bandara.

Dia menghabiskan kebanyakan waktunya tahun ini bekerja dan menyimpan dana untuk biaya perjalanannya , tuntutan tersebut mencata. Dia menerima passportnya pada 6 Mei 2021.

“Terdakwa membuktikan sendiri keinginannya sangat keras untuk mengusahakan bergabung dengan ISIS – bicara tentang antusiasme melakukan tindakan pertumpahan darah di Timur Tengah dan disini di rumah sendiri,”

Tessa Gorman selaku jaksa untuk Washington Barat mengatakan dalam sebuah berita yang baru diterbitkan.

“Saya mau memuji para warga yang langsung menghubungi para penegak hukum termasuk keluarga sendiri, komunitas keagamaan yang mengungkapkan mengenai deradikalisasi terdakwa.”

Ketika dia ditahan, tuntutan menyatakan bahwa Williams setuju untuk berbicara kepada tim penyidik dan mengutip pernyataannya bahwa dia berkeinginan menjadi algojo atau penembak mesin.

“Tidak masalah apa yang kalian semua lakukan kepada saya. Saya sudah dapat hadiah untuk itu,” Williams mengatakan menurut catatan tuntutannya. Dia juga menambahkan “Saya mau mati. Kami mencintai kematian kami lebih dari kalian mencintai kehidupan kalian.”[Yohana RJ]

Sumber : VOA News

Pos terkait