Serahkan 56 Bukti dan Hadirkan Dua Ahli Pidana, KPK Optimis Pengadilan Tolak Praperadilan RJ Lino

  • Whatsapp
Yakin Penahanan Sesuai Aturan, KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan RJ Lino
RJ Lino.

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) optimis pengadilan bakal menolak gugatan praperadilan yang diajukan bekas Dirut PT Pelindo II, RJ Lino di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK menyebut telah menyerahkan 56 bukti dan menghadirkan dua ahli pidana.

“KPK telah menyerahkan 56 bukti dan menghadirkan dua ahli pidana yang diajukan dalam sidang praperadilan dimaksud. Tentu bukti tersebut terkait dengan rangkaian kegiatan dari penyelidikan hingga penyidikan saat ini,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Bacaan Lainnya

RJ Lino adalah tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II pada 2010. Saat ini, sidang praperadilan Lino masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adapun, agenda sidang pada Senin ini adalah penyerahan kesimpulan dari dua pihak, KPK dan kuasa hukum Lino.

Melanjutkan pernyataanya, Ali Fikri mengatakan, lembaganya selama lima tahun tetap bekerja maksimal mengusut kasus Lino itu dengan terus melengkapi alat-alat bukti.

“KPK selama lima tahun ini tetap bekerja maksimal untuk melengkapi alat-alat bukti sehingga tim penyidik dan JPU berkesimpulan ditemukan perbuatan tindak pidana dan alat-alat bukti yang siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ucapnya.

Sejak 2016 sampai 2021 pada tahap penyidikan, KPK juga telah memeriksa 77 saksi termasuk pemeriksaan ahli kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan ahli penghitungan Harga Pokok Produksi QCC dari Institut Teknologi Bandung.

“Berdasarkan ketentuan pasal 109 ayat 2 KUHAP tidak ada alasan untuk menghentikan penyidikan karena perkara ini sudah cukup bukti, merupakan tindak pidana, dan tidak ada alasan demi hukum KPK menghentikan penyidikan,” katanya.

Oleh karena itu, KPK memastikan seluruh tindakan dalam penanganan perkara Lino itu telah sesuai aturan hukum yang berlaku. “Untuk itu, sudah seharusnya hakim menolak permohonan praperadilan yang diajukan tersangka RJL tersebut,” kata dia.

Sebelumnya dalam permohonan praperadilan, Lino minta dikeluarkan dari Rumah Tahanan KPK. (Ery)

Pos terkait