5 Orang Tewas Dalam Serangan di Sekolah Taman Kanak-Kanak

  • Whatsapp
serangan-di-sekolah-taman-kanak-kanak

Santa Catarina, Monitorindonesia.com – Lima orang tewas setelah seorang pria 18 tahun menyerang sekolah taman kanak-kanak dengan parang di Brazil Selatan, Polisi menuturkan. Korban termasuk tiga orang anak semuanya dilaporkan masih di bawah umur dua tahun dan dua orang staf sekolah tersebut.

Pelaku serangan tersebut kemudian mengarahkan senjata menyerang dirinya sendiri dan sekarang berada di rumah sakit dalam keadaan kritis, pernyataan dari aparat kepolisian. Belum jelas motif pelaku melakukan penyerangan di kota kecil Saudades, Provinsi Santa Catarina.

Bacaan Lainnya

Belasan anak-anak ada di dalam gedung tersebut pada saat kejadian dan para staf pengajar mencoba menyembunyikan mereka, tutur petugas. Anak ke empat mengalami luka ringan.

Polisi militer mengatakan bahwa mereka menerima beberapa panggilan pada pukul 10.35 waktu setempat dari masayarakat sekitar sekolah melaporkan bahwa ada seorang pria bersenjata tajam memasuki area sekolah dan melakukan serangan kepada anak-anak dan staf. Pria yang tidak disebut namanya pertama menyerang seorang guru yang berada di pintu masuk sekolah.

Kemudian dia memaksa guru tersebut menuntun dia ke salah satu ruangan diamana dia juga menyerang anak-anak, polisi menambahkan.

Sekolah tersebut terletak di pusat Saudades, sebuah kota yang berpenduduk 9,000 orang dan menurut Globo News, sekolah tersebut menjaga anak – anak dengan usia di bawah tiga tahun.

“Saya mendengar teriakan dan tangisan minta tolong” salah satu karyawan yang berada dekat dengan lokasi kejadian, Aline Biazebetti menceritakan kepada lembaga berita AFP.

“Saya pergi keluar dan melihat rekan-rekan saya memanggil bantuan: ‘tolong panggil polisi! Seorang pria bersenjata membunuh anak-anak.’”

Pada sebuah konferensi pers Selasa (04/05/2021) seorang aparat kepolisian menggambarkan senjata yang digunakan pelaku merupakan model samurai dan ditunjukkan kepada para reporter.

Santa Catarina mengumumkan masa berkabung tiga hari karena kejadian ini.
Sementara itu sebelumnya telah terjadi serangan di sekolah di Brazil, target utama mereka merupakan para siswa yang lebih tua.

Pada tahun 2011, 12 anak korban tewas dan 22 korban lainnya mengalami luka seriuss ketika seorang mantan siswa berusia 23 tahun melakukan serangan tembakan di sebuah sekolah di Rio. Korbannya berusia sekitar 12-14 tahun.

Pada Maret 2019, dua pria bersenjata membunuh lima siswa, petugas administrasi sekolah dan seorang guru di sekolah Raul Brasil dekat Sao Paulo.[Yohana RJ]

 

Sumber: BBC News

Pos terkait