Serangan Penjara di Nigeria, Kelompok Bersenjata Bebaskan 1.800 Narapidana

  • Whatsapp
Serangan Penjara di Nigeria, Kelompok Bersenjata Bebaskan 1.800 Narapidana
Foto/Reuters

Nigeria, Monitorindonesia.com – Lebih dari 1.800 narapidana dalam perjalanan menuju wilayah tenggara Nigeria melarikan diri pada saat sekelompok pria bersenjata menyerang penjara mereka dengan menggunakan ledakan dan granat roket. Demikian pihak berwajib melaporkan.

Polisi Nigeria mengungkapkan bahwa dalang dari serangan tersebut di kota Owerri merupakan kelompok separatis terlarang, masyarakat asli Biafra (Indigenous People of Biafra -IPOB) tetapi juru bicara kelompok tersebut menyangkal ketelibatan mereka.

Gerakan para kelompok pemisah di wilayah bagian tenggara merupakan satu dari beberapa tantangan kemanan yang serius bagi Presiden Muhammadu Buhari, termasuk para pemberontak muslim dalam satu dekade di wilayah bagian timur laut. Penculikan beruntut di beberapa sekolah di wilayah bagian barat lau dan perompakan di teluk Guinea.

Buhari mengatakan bahwa penyerangan yang terjadi di kota dekat dengan sumber minyak wilayah Delta Nigeria, sebagai pusat eksportir minyak tanah Afrika dan ekonomi paling besar merupakan bentuk tindakan teror. Dia memerintahkan para petugas keamanan untuk menangkap para narapidana yang melarikan diri.

Serangan terjadi sekitar pukul 2:15 subuh waktu setempat pada hari Senin (05/04/2021) menurut layanan permasyarkatan Nigeria.

“Pusat layanan permasyarakatan (Lapas) negara bagian Imo diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal dan dengan paksa melepaskan total 1,844 narapidana dari tahanan,” juru bicara lapas menyampaikan pernyataannya pada Senin (05/04/2021).

Polisi berkata para pemberontak menggunakan ledakan untuk menghancurkan pembatas penjara dan memeasuki halaman penjara.

“Investigasi awal mengungkapkan bahwa para pemberontak merupakan kelompok terlarang masyarakat asli Biafra (IPOB),” kata Frank Mba selaku juru bicara kantor kepolisian Nigeria.

IPOB menginginkan kemerdekaan wilayah bagian tenggara Nigeria yang menyebut diri mereka Biafra. Sekitar satu juta jiwa tewas pada saat perang pada saat perang sipil pada tahun 1967-1970 antara pemerintah Nigeria dan para kaum separatis kemerdekaan disana.

Dalam beberapa bulan terakhir keamanan di wilayah tersebut semakin buruk tidak terkendali. Beberapa kantor kepolisian telah diserang sejak Januari dengan jumlah amunisi hasil curian yang cukup besar dan sejumlah paramiliter IPOB, jaringan keamanan wilayah timur (Eastern Security Networ -ESN), yang bentrok dengan anggota militer Nigeria.

Tetapi juru bicara IPOB mengatakan kepada Reuters bahwa kelompoknya tidak melakukan serangan di penjara tersebut. “IPOB dan ESN tidak terlibat dalam sernagan Owerri, di negara bagian Imo. Bukan otoritas kami untuk menyerang petugas keamanan dan fasilitas keamanan,” tutut juru bicara IPOB melalui saluran telepon. [Yohana RJ]

Pos terkait