Sidang Edhy Prabowo, Pengumpulan Uang Bank Garansi Melalui Nota Dinas

  • Whatsapp
Sidang Edhy Prabowo, Pengumpulan Uang Bank Garansi Melalui Nota Dinas
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.[ist]

Monitorindonesia.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo didakwa gumpulka uang dari para eksportir benih bening (benur) lobster. Arahan tersebut berkaitan dengan pengumpulan uang lewat bank garansi.

Karena arahan Edhy Prabowo itu, para eksportir menyetorkan uang ke rekening bank garansi sebesar Rp 1.000 per ekor benih bening lobster yang diekspor. Uang yang terkumpul sejumlah Rp52 miliar di bank garansi.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Worotikan saat membacakan surat dakwaan Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2021).

Jaksa Ronald mengungkap Edhy Prabowo mengarahkan Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar untuk membuat nota dinas kepada Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan. Nota dinas itu merujuk tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Nota dinas itu Nomor: ND.123.1/SJ/VII/2020 tanggal 1 Juli 2020.  Menindaklanjuti nota dinas tersebut, Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta I (Soekarno-Hatta), Habrin Yake menandatangani surat komitmen dengan seluruh eksportir benih bening lobster.

“Surat komitmen itu, sebagai dasar untuk penerbitan bank garansi di Bank BNI yang dijadikan jaminan ekspor benur lobster,” kata Ronald.

Selanjutnya, atas permintaan Andreau Misanta Pribadi (Stafsus Edhy Prabowo) para eksportir BBL diharuskan menyetor uang ke rekening Bank Garansi sebesar Rp1.000 per ekor BBL yang diekspor yang telah ditetapkan oleh terdakwa. “Walaupun Kementerian Keuangan RI belum menerbitkan revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ekspor BBL,” beber Jaksa.

“Sehingga, kemudian terkumpul uang di bank garansi yang jumlah seluruhnya sebesar Rp52.319.542.040,” tambahnya.

Edhy Prabowo juga didakwa menerima suap dengan nilai total sekitar Rp25,7 miliar dari para eksportir benur lobster. Suap itu diduga untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster kepada para eksportir.[ben]

Pos terkait