Soal Dugaan Investasi Bitcoin Dana Asabri, Pengamat: Kejaksaan Jangan Coba Menggiring Opini

  • Whatsapp
kejagung-lelang-sitaan-asabri-jiwasraya
Kejaksaan Agung RI

Monitorindonesia.com – Pengamat Kejaksaan Fajar Trio Winarko mengkritisi pernyataan Dirdik Jampidum Kejagung, Febrie Ardiansyah terkait dugaan adanya aliran dana kasus korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero) ke dalam bentuk bitcoin. Kata dia, dalam proses penegakan hukum sejatinya jangan melontarkan pernyataan berbau fitnah dan mencoba menggiring opini publik merupakan sesuatu yang haram.

“Dulu era Jaksa Agung almarhum Basrief Arief, informasi penyidikan selalu satu pintu yakni melalui Kapuspenkum ataupun langsung Jampidsus. Berbeda saat ini, sekelas Dirdik bisa koar-koar ke media namun pernyataan yang dikeluarkan justru berpotensi mendistorsi proses penyidikan. Ini bahaya bisa mengganggu proses penegakan hukum yang berkeadilan, dan menjurus ke fitnah,” kata Fajar kepada media di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Fajar pun berharap Jaksa Agung melakukan evaluasi terhadap berbagai pernyataan Dirdik agar lebih bijak dalam mengeluarkan informasi publik sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Sehingga informasi yang disampaikan tidak berpotensi seakan-akan pihak yang masih menjadi tersangka sudah seakan-akan pasti bersalah sebelum diajukan dalam persidangan.

“Apalagi opini tersebut belum pasti apakah benar atau salah,” ujar Fajar. (Ery)

Pos terkait