Soal Dugaan Keterlibatan Azis Syamsuddin, Ketua KPK Berjanji Terus Mencari Bukti

  • Whatsapp
KPK Secepatnya Periksa Azis Syamsuddin dalam Kasus Walikota Tanjung Balai
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) di ruang Komisi III DPR beberapa waktu lalu.[Ist]

Monitorindonesia.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berjanji terus mencari dan mengumpulkan bukti terkait kasus pemerasan oleh penyidik KPK dari Polri, Stepanus Robin Pattuju terhadap Wali Kota Tanjungbalai periode 2016-2021 M Syahrial. Termasuk dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus ini.

“Kami akan mencari dan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti,” kata Firli dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Menurut Firli, KPK harus membedah dan memiliki kecukupan bukti apakah hal itu merupakan perbuatan pidana. Karena setiap perbuatan dapat dipidana bilamana ada hukum yang mengaturnya.

“Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali ada ketentuan yang mengaturnya, nullum delictum sine previa legi poenale,” ujar Firli.

Namun, secara tegas Firli mengatakan bahwa KPK akan bekerja keras untuk mengungkap kasus pemerasan ini. Karenanya dia meminta kepada mayarakat bersabar.

“Kita meminta masyarakat bersabar, karena tim penyidik terus bekerja,” ucap Firli Bahuri..

Seperti diketahui, Stepanus Robin Pattuju melakukan pertemuan dengan M Syahrial di rumah dinas Aziz Syamsudin. Syahrial diperkenalkan kepada Stepanus karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Pertemuan Syahriar dengan Stepanus itu agar kasus tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar Stepanus dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Setelah itu, Stepanus memperkenalkan Syahrial dengan pengacara bernama Maskur.

Hasilnya, mereka sepakat Syahrial menyiapkan uang Rp1,5 Miliar agar kasusnya tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Penyerahan uang dilakukan secara bertahap sebanyak 59 kali transfer dan juga ada pemberian uang tunai. Total Stepanus menerima uang suap Rp1,3 Miliar.

KPK juga akan mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Firli meminta masyarakat memberikan waktu untuk bekerja mengungkap kasus tersebut. Saat ini, Stepanus, Syahrial, dan Maskur Husain telah ditetapkan sebagai tersangka. (Ery)

 

Pos terkait