Soal Izin Umrah di Bulan Ramadhan, Azis Syamsuddin: Kemenag Segera Koordinasi dengan Arab Saudi

  • Whatsapp
Soal Izin Umrah di Bulan Ramadhan, Azis Syamsuddin: Kemenag Segera Koordinasi dengan Arab Saudi
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin melihat dari dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katredal dan korban ledakan di RS Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4/2021) kemarin.

Monitorindonesia.com – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyambut baik sikap Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk orang-orang yang sudah divaksinasi mulai bulan Ramadan. Atas kelonggaran yang diberikan itu, ia meminta Kemenag untuk segera berkoordinasi dan mengklarifikasi informasi yang disampaikan in pihak Arab Saudi agar, tidak terjadi kesimpangsiuran data dan aturan bagi jemaah yang tengah menunggu.

“Informasi awal yang kami terima sudah ada pemberian izin umrah dan shalat di Masjidil Haram serta berkunjung ke Masjid Nabawi mulai tanggal 1 Ramadhan 1442 Hijriah. Ini khusus bagi jemaah yang sudah divaksinasi sesuai dengan ketentuan di aplikasi (Tawakkalna). Harapanya informasi ini ditindaklanjuti Kemenag,” terang Azis Syamsuddin dalam keterangan persnya, Rabu (7/4/2021).

Pasalnya, sambung Pimpinan DPR RI Koodinator bidang Poliitik dan Keamanan (Korpolkam) ini, jemaah yang diterima hanya kategori yang telah diimunisasi atau dengan kata lain, jemaah yang mendapat dua dosis vaksin Covid-19. Selanjutnya, jemaah yang setelah 14 hari menerima dosis pertama vaksin Covid-19 serta yang sembuh dari infeksi.

“Mungkin calon jemaah umroh adan yang belum memahami ingformasi ini. Bagiaman Izin pemesanan untuk menunaikan ibadah umrah, shalat dan kunjungan tersebut didapat. Apakah harus melalui aplikasi (Eatmarna) dan (Tawakkalna). Tata cara ini perlu disosialiasikan,” jelas Azis.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, selain adanya izin, apakah perlu adanya langkah verifikasi terkait keabsahannya melalui aplikasi (Tawakkalna). Metode-metode ini, penting pula disampaikan pada pada agen-agen umroh agar tidak menimbulkan hambatan bagi calon jemaah dalam proses keberangkatannya.

“Saya meyakini banyak calon jemaah umroh yang belum memahami ini. Termasuk prosedur lainnya, kami berharap Kemenag dapat membantu memberikan penjelasan detail,” pinta Azis. (Ery)

Pos terkait