Soal KPK Geledah Rumah Ihsan Yunus, MAKI: Sudah Terlambat

  • Whatsapp
Soal KPK Geledah Rumah Ihsan Yunus, MAKI: Sudah Terlambat
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.[ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Koordinator MAKI (Masyarakat Antikorupsi) Boyamin Saiman menegaskan, pihaknya masih tetap melanjutkan gugatan Praperadilan terhadap KPK dalam Perkara Korupsi Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19 telah menetapkan lima tersangka, sebagai penerima Juliari Batubara, Matheus, Adi Wahyono, dan sebagai pemberi Ardian dan Harry Sidabukke. Hal itu karena KPK tidak melakukan seluruh izin penggeledahan dari Dewas KPK atau sekitar 20 izin dan tidak melakukan pemanggilan terhadap politisi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

“Yang sudah kami daftarkan pekan lalu masih tetap lanjut karena masih ada yang kurang yaitu terkait 20 izin penggeledahan belum semuanya dilakukan,” ujar Boyamin kepada Monitorindonesia.com Kamis (25/02/2021).

Bacaan Lainnya

Boyamin menjelaskan sejumlah alasan mengajukan pra peradilan KPK tersebut sekalipun KPK geledah telah menggeledah rumah Ihsan Yunus, kemarin “Lha geledahnya sudah sebulan dari kejadian emang dapat apa? Agak sulit untuk dapat barang bukti, diduga sudah dibersihin sebelumnya. Sudah sangat terlambat,” katanya.

Praperadilan itu, kata Boyamin, untuk menunjukkan 20 izin sadah diterbitkan Dewas KPK sejak awal setelah OTT namun tidak segera dilakukan Penggeledahan. Mestinya, sambung dia, langsung dilakukan penggeledahan sehingga barang bukti masih utuh dan tidak dihilangkan.

“Kalau baru sekarang atau nanti, maka diperkirakan dan diduga barang bukti sudah hilang. Ibarat perang, penggeledahan itu harus ada unsur kejut dan mendadak. Jika perlu malam hari atau menjelang pagi,” tandasnya.

Boyamin menduga ada 20 izin penggeledahan yang dikeluarkan oleh Dewas KPK untuk keperluan penanganan perkara tersebut, namun sampai saat ini KPK tidak melaksanakan seluruh izin tersebut. Bahwa terhadap dugaan adanya penelantaran 20 izin penggeledahan tersebut MAKI telah membuat laporan kepada Dewas agar menegur termohon untuk memastikan apakah izin penggeledahan telah dijalankan dan telah diselesaikan sebagaimana mestinya.

“Namun hingga saat ini baru melakukan sedikit penggeledahan yaitu sekitar 5 penggeledahan. Penyidiknya telah melakukan serangkaian kegiatan terkait Ihsan Yunus namun demikian hingga saat ini belum pernah diberitakan kegiatan pemanggilan dan pemeriksaan Ihsan Yunus sebagai saksi sehingga patut diduga termohon tidak profesional dikarenakan tidak melakukan pemanggilan dan pemeriksaan,” katanya.[man]

 

Pos terkait