Soal Vaksin Sinovac, Anggota DPR Minta Masyarakat Jangan Risau

  • Whatsapp
Soal Vaksin Sinovac, Anggota DPR Minta Masyarakat Jangan Risau
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Monitorindonesia.com — Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta masyarakat tak perlu risau dan ragu terhadap penggunaan vaksin buatan China, Sinovac. Apalagi sudah ada penjelasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kalau vaksin Sinovac masih cukup efektif melawan Covid-19.

“Jadi tak perlu risau dan ragu karena ada keterangan dari pejabat tertinggi pengendalian penyakit China sebelumnya,” kata Rahmad kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Pejabat China tersebut diketahui membuat keterangan, bahwa vaksin virus Corona Sinovac memiliki keefektifan yang rendah. Direktur pusat pengendalian penyakit China menyebut juga, vaksin Corona buatan negaranya itu tidak memiliki perlindungan yang sangat tinggi. Sehingga ada pertimbangan untuk mencampurkan vaksin yang ada di China dengan vaksin lain berbasis mRNA.

Terhadap hal tersebut, Rahmad mengapresiasi kejujuran dan transparansi China terhadap efektivitas produk vaksin yang dihasilkan. Namun dia menyampaikan, bahwa standar dan rekomendasi WHO untuk vaksin yang bisa di gunakan adalah minimal memiliki efektifitas 50 persen, sedangkan efektifitas uji klinis Sinovac fase ketiga di Brazil 50,04 persen, sedangan uji klinis fase ketiga di indonesia 65 persen.

Kemudian tambah politisi PDI Perjuangan itu, berdasarkan informasi dari Kemenkes RI vaksin yang digunakan saat ini masih cukup efektif untuk menekan laju penularan dan memberikan perlindungan kepada yang divaksin.

“Dan tentu kita bersyukur para nakes kita telah selesai di vaksin dan terbukti sudah mulai jarang mendengan korban nakes kita akibat covid 19 setelah mendapatkan vaksinasi,” kata anggota Fraksi PDIP ini.

Menurut Rahmad, kita masih menunggu penemuan vaksin merah Putih serta menunggu vaksin diluar produsen yang berasal selain dari China . Namun dikatakan, prioritas utama dalam penanggulangan pandemi Covid-19 adalah dengan wajib dan berdisiplin menggunakan protokol kesehatan dan mengunakan pola hidup sehat.

Dikatakan lagi, jumlah dan keberadaan vaksin Covid-19 memang sangat terbatas di dunia, sehingga menjadi rebutan seluruh negara. Persoalan lain adalah adanya embargo yang akan kita impor.

“Maka kita percayakan penuh kepada Pemerintah dalam percepatan penemuan vaksin dalam negeri serta mendorong perluasan kerjasama produsen di luar yang telah dilakukan MoU dengan pemerintah Indonesia,” imbuhnya. (Ery)

Pos terkait