Sri Lanka Menemukan Kotak Hitam Kapal Tenggelam

  • Whatsapp
Sri Lanka Menemukan Kotak Hitam Kapal Tenggelam

Monitorindonesia.com – Sebuah kotak hitam dari kapal yang memuat bahan kimia dan plastik yang tenggelam di Sri Lanka telah ditemukan, pihak berwenang mengatakan Minggu (06/06/2021), sebagaimana para penyidik melakukan penyelidikan apa yang menyebabkan kebakaran di dalam kapal.

Rekaman data di kapal juga diketahui sebagai kotak hitam maritim memampukan pada penyidik untuk menguji prosedur dan petunjuk selanjutnya dari kecelakaan.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan bahwa mereka berharap itu akan menyediakan detail pergerakan kapal dan komunikask dengan pelabuhan di ibu kota Kolombo dimana seharusnya akan berlabuh.

“Angkatan Laut memfasilitasi teknisi untuk mencabut VDR dari jembatan yang masih berada di atas air,” juru bicara kelautan, Indika de Silva mengungkapkan ke AFP.

Kapal MV X-Press Pearl yang tedaftar di Singapor telah perlahan tenggelam ke dalam lautan India sejak Rabu (02/06/2021) setelah kebakaran terjadi selama hampir dua minggu tampak dari pantai.

Kapal yang membawa 25 ton cairan asam nitrat dan sejumlah bahan mentah plastik yang akan dikirim ke Kolombo dari Gujarat India.

Pihak berwenang telah memgatakan bahwa kebocoran cairan tersebut terjadi sejak 11 Mei 2021 dan mengakibatkan percikan api. Pelabuhan di Qatar dan India telah menolak untuk dibongkar cairan asam nitrat tersebut.

Polisi di negara kepulauan tersebut melangsungkan investigasi kriminal dengan mewawancarai nahkoda kapal dan kepala teknisi yang keduanya merupakan keturunan Rusia dan kepala kantor seorang India dan menahan pasport mereka.

Para petugas menahan kemungkinan tumpahnya minyak setelah tenggelamnya bagian belakang kapal. Dan tidak ada tanda-tanda kebocoran terjadi sejauh ini, dia menambahkan.

Beberapa ton butiran mikroplastik dari kapal menutupi sekitar 80 km pantai sampai batas wilayah penduduk. Memancing di daerah tersebut juga dilarang.

Ahli lingkungan Sri Lanka menuntut pemerintah dan operator kapal atas dugaan kegagalan pencegahan apa yang mereka sebut sebagai bencana kelautan terburuk di dalam sejarah negara tersebut.[Yohana RJ]

Pos terkait