Suap Ditjen Pajak, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kalimantan Selatan 

  • Whatsapp
Penyuap Edhy Prabowo Dijbloskan ke Lapas Cibinong
Plt Jubir KPK ALi Fikri. [ist]

Monitorindonesia.com – Suap pejabat Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan kini menemui babak baru. Terkini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan di beberapa lokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan Tahun 2016 dan 2017 Ditjen Pajak.

Bacaan Lainnya

“Dari penggeledahan ini, ditemukan bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Sejumlah lokasi yang lokasi yang digeledah tim penyidik KPK seperti di Kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. PT Jhonlin Baratama sendiri merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Perusahaan batu bara ini disinyalir terbelit masalah pajak yang menyeret pejabat Ditjen Pajak di Kemenkeu.

Selain itu, tiga kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan kasus tersebut yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, kata Ali, seluruh barang bukti tersebut akan dianalisa dan diverifikasi untuk disita sebagai bagian dari berkas penyidikan perkara.

Untuk diketahui, KPK sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap di Ditjen Pajak. Dengan ada penyidikan itu, KPK telah menetapkan tersangka. Adapun nilai suap yang terjadi mencapai sekitar puluhan miliar rupiah.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyebut pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap miliaran rupiah di Ditjen Pajak. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap siapa saja yang telah dijerat sebagai tersangka.

Sejauh ini, KPK telah mencegah mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji, dan lima orang lainnya berpergian ke luar negeri sejak 8 Februari lalu. Pencegahan ini terkait penyidikan dugaan suap pajak.

Sejauh ini, awak media masih berusaha mengkonfirmasi hal tersebut ke manajemen PT Jhonlin Baratama dan Haji Isam. Mereka belum merespons atau memberi pernyataan resmi terkait kasus tersebut.[man]

 

Pos terkait