Sunda Nusantara Memiliki SIM Negara Sendiri

  • Whatsapp
Sunda Nusantara Memiliki SIM

Monitorindonesia.comSelain tidak membawa dokumen kendaraan dan menggunakan pelat nomor palsu SN 45 RSD berwarna biru itu juga tidak memiliki SIM yang sebenarnya. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menilang pengemudi Pajero Sport lantaran tidak membawa dokumen kendaraan dan menggunakan pelat nomor yang asli.

Selain menahan mobil tersebut, polisi juga mengamankan pengemudinya yang berinisial RK dan menyita surat-surat mobil yang bernama Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan kendaraan tersebut diberhentikan dan ditahan Satuan Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya saat melintas di ruas jalan tol Cawang Jakarta Timur pada Senin siang (5/5/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

”Diberhentikan, karena curiga dengan plat nomor kendaraannya yang nyeleneh itu. Karena tak dapat menunjukan surat kendaran makanya kami tilang berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan tahun 2009,” ujar Sambodo di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Menurut Sambodo, saat ini pihaknya juga masih meminta keterangan pengemudi mobil berinisial RK itu. Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam perkara tersebut.

”Kami masih berkoordinasi dengan pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk mengetahui apakah ada pelanggaran pidananya,” kata Sambodo.

Sementara itu, Kepala Satuan PJR Ditlantas Kompol Akmal mengatakan kendaraan dengan identitas dan plat nomor palsu itu kini ditahan di Polda Metro Jaya. Polisi juga mengamankan dua pria di dalam mobil itu untuk dimintai keterangan.

”Kami mengamankan dua orang yang ada di dalam mobil itu. Waktu ditanya mereka menjawab sebagai warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Semacam Negara Sunda Empire dan ada semacam KTP-nya,” tutur Akmal.

Pada dokumen yang menyerupai SIM itu tertulis surat kelayakan mengemudi atas nama Rusdi Karepesina, lengkap dengan foto wajah berlatar belakang warna hijau.

Surat kelayakan mengemudi itu, diterbitkan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara, Majelis Agung Sunda Archipelago Sekretaris Jenderal Agung MASA Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan. Kartu itu ditanda tangani Rusdi sendiri selaku Jenderal Pertama TKSN/ Imperial Amry of Sunda Archipelago.

Kartu tersebut berlaku selama seumur hidup dan berlaku secara internasional dengan nomor A-103.091.1.040366.1.

Tertera pada kartu Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor itu, merek mobil Pajero Sport, tahun pembuatan, isi slinder, nomor rangka, termasuk nomor mesin. Masa berlaku kartu itu hingga Februari 2025.

Ia menambahkan, untuk sementara pasal yang dikenakan terhadap pengendara mobil tersebut adalah Pasal 288 UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu serta Pasal 280 mUULAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

”Sementara kami tilang karena tidak ada dokumen Pasal yang dikenakan Pasal 288 dan Pasal 280 UU LLAJ karena tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK, serta tidak ada nomor kendaraan yang sah,” pungkas Akmal. (tak)

#SIM
@SIM Sunda Nusantara

Pos terkait