Survei: Gaduh di Partai Demokrat Berakibat Elektabilitas Terjun Bebas

  • Whatsapp
Survei: Gaduh di Partai Demokrat Berakibat Elektabilitas Terjun Bebas
AHY.[dok.net]

Monitorindonesia.com – Hasil Survei Public Opinion Poll Syndicates (POPS) menunjukkan tingkat keterpilihan Partai Demokrat mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019 sebesar 7,77 persen menjadi 5,4 persen. Sebab, persepsi pemilih menyatakan ada potensi konflik di internal Partai Demokrat yang akan bisa menyebabkan kepengurusan ganda jelang pemilu 2024.

“Partai Demokrat dianggap juga sebagai Partai yang paling gaduh disaat pandemik Covid-19. Ini yang mebuat elektabilitasnya terjun bebas,” ujar Koordinator Nasional  Public Opinion Poll Syndicates ( POPS) Tobu Galoga Lubis dalam siaran pers hasil survey lembaganya, Sabtu (27/2/2021).

Tobu Galoga mengatakan, dalam Survei jajak pendapat melibatkan 2.180 responden dari 190.779.969 warga Indonesia yang terdaftar di DPT pemilu 2019. Responden diambil sebagian besar berstatus Rumah Tangga Pekerja yaitu, 70,4 persen dan selebihnya pada Rumah Tangga Usaha dengan komposisi 29,4 persen dan tersebar di 34 provinsi dan dipilih lewat metode multi stage random sampling.

Survei mencantumkan margin of error survei ini kurang lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada rentang waktu 11 -23 Februari 2021.

“Pengambilan data survei ini mengunakan cara wawancara melalui pertanyaan terbuka dan mengunakan kuisioner dengan menerapkan protocol kesehatan antara surveyor dan responden,” kata Tobu.

Dikatakan Tobu, hasil Survei elektabilitas parpol menunjukkan partai nasionalis yang mengalami penurunan elektabilitas seperti PDI Perjuangan dan Nasdem walaupun masih dalam batas dibawah 1 persen. Partai nasionalis yang paling merosot tingkat keterpilihannya adalah Partai Gerindra akibat dari framing negatif akibat kader inti Gerindra yang di kabinet terjerat oleh KPK.

“Persepsi publik menyatakan bahwa Gerindra sudah punya stempel Partai yang paling korup diantara 9 Partai , hal ini membuat masyarakat kecewa karena Prabowo selalu mengklaim partainya bersih dari korupsi dan menyatakan tingkat korupsi sudah masuk stadium 4 tapi tidak bisa menjaga kader nya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi,” katanya.

Tobu mengatakan, ada kenaikan signifikan terkait tingkat keterpilihn Partai Golkar hingga 18,7 persen dibandingkan hasil pemilu 2019 yang disebabkan kekompakan kader kader Partai Golkar yang ada di eksekutif dan legislatif.  Golkar juga terus mendorong program program pemulihan ekonomi akibat dampak Covid yang sudah memberikan perubahan menuju tren positive bagi kehidupan masyarakat .

Berikut hasil pilihan masyarakat terhadap Parpol jika pemilu digelar hari ini menurut survey (POPS) :

  1. PDIP 19,2%
  2. GOLKAR 18,7 %
  3. PKB 10,7%
  4. Gerindra 8,6 %
  5. Nasdem 8,5%
  6. Demokrat 5,4%
  7. PKS 4,7%
  8. PPP 4,4%
  9. PAN 2,4 %
  10. Tidak tahu/rahasia/golput 17,4%

Pos terkait