Survei LSI: Dua Tahun Terakhir, Korupsi Meningkat 34,6 Persen

  • Whatsapp
Ini Indikator Pemecatan 51 Pegawai KPK
Ilustrasi penerimaan CPNS

Jakarta, Monitorindonesia.com – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait persepsi korupsi, demokrasi, dan toleransi di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

PNS yang menilai korupsi di Indonesia meningkat tercatat 34,6%. Sementara itu, 25,4% PNS menganggap korupsi telah menurun dan 33,9% yang tak memiliki perubahan.

Bacaan Lainnya

“PNS yang menjadi responden survei terbelah antara yang menilai bahwa tingkat korupsi meningkat 34,6% dan tidak ada perubahan 33,9%. Akan tetapi, lebih banyak yang menilai korupsi meningkat dibanding yang menilai menurun 25%,” demikian rilis survei LSI yang diterima redaksi, Minggu (18/4/2021).

Saat ini, menurut responden bentuk penyalahgunaan korupsi yang paling banyak terjadi di instansi pemerintah yakni menggunakannya untuk kepentingan pribadi, kerugian keuangan negara, gratifikasi, dan menerima suap. Adapun persentasenya, 26,2%, 22,8%, 19,9%, dan 14,8%.

Kemudian, terkait faktor apa yang memengaruhi PNS menerima uang atau hadiah tercatat sebesar 49% menjawab kurangnya pengawasan, adanya kedekatan dengan pemberi uang 37,1%, 34,8% adanya campur tangan politik yang berkuasa, serta 26,2% menganggap karena gaji rendah.

Persepsi korupsi survei dinilai hal yang paling positif, dibanding survei dengan responden masyarakat umum, pemuka opini, dan pelaku bisnis. Menurur LSI, survei-survei tersebut, mayoritas menilai bahwa tingkat korupsi meningkat dalam dua tahun terakhir.

Dalam surveinya, LSI melibatkan sebanyak 1.200 PNS untuk menjadi responden. Para responden diwawancarai dalam kurun waktu 3 Januari sampai dengan 31 Maret 2021.

Untuk populasi PNS yang mengikuti survei adalah PNS di 14 provinsi dengan menggunakan metodelogi multistage random sampling melalui wawancara tatap muka.[man]

Pos terkait