Tagih BLBI, Pemerintah Terima dalam Bentuk Uang, Saham hingga Tabungan

  • Whatsapp
Tagih BLBI, Pemerintah Terima dalam Bentuk Uang, Saham hingga Tabungan
Mahfud MD [ist]

Monitorindonesia.com – Pemerintah akan menagih dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada para “pengemplang” uang negara yang nilainya saat ini mencapai Rp 110 triliun. Selain menagih dalam bentuk uang, pemerintah juga akan menagih dalam bentuk saham hingga tabungan.

“Per hari ini data yang ada jumlahnya Rp 110.454.809.645.467,” ujar Menkopolhukam Mahfud MD usai rapat bersama anggota Satgas Penanganan Hak Tagih BLBI di Jakarta,Kamis (15/4/2021).

Mahfud memastikan kesimpangsiuran dana yang akan ditagih Pemerintah kepada obligor dana BLBI. Hitungan Pemerintah, Aset BLBI hampir Rp 110 Tiriliun

“Sesudah dihitung terakhir tadi, kan hitungannya pernah menyebut 108, pernah menjadi 109 pernah 110 hitungan terakhir per hari ini tadi tagihan hutang dari BLBI,” jelasnya.

Perhitungan tersebut, kata Mahfud, telah sesuai dengan jumlah kurs uang dan pergerakan saham saat ini. Mahfud juga mengungkapkan selain menagih dalam bentuk uang, Pemerintah akan menagih dalam bentuk saham hingga tabungan.

Berikut daftar pengusaha penerima dana BLBI:

1. Agus Anwar (Pemilik Bank Pelita)
2. Hashim Djojohadikusumo (Bank Papan Sejahtera, Bank Pelita, dan Istimarat)
3. Samadikun Hartono (Bank Modern)
4. Kaharuddin Ongko (Bank Umum Nasional)
5. Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian)
6. Atang Latief (Bank Indonesia Raya)
7. Lidia Muchtar (Bank Tamara)
8. Omar Putihrai (Bank Tamara)
9. Adisaputra Januardy (Bank Namura Yasonta)
10. James Januardy (Bank Namura Yasonta)
11. Marimutu Sinivasan (Bank Putera Multikarsa)
12. Santosa Sumali (Bank Metropolitan dan Bank Bahari)
13. Fadel Muhammad (Bank Intan)
14. Baringin MH Panggabean (Bank Namura Internusa)
15. Joseph Januardy (Bank Namura Internusa)
16. Trijono Gondokusumo (Bank Putera Surya Perkasa)
17. Hengky Wijaya (Bank Tata)
18. Tony Tanjung (Bank Tata)
19. I Gde Dermawan (Bank Aken)
20. Made Sudiarta (Bank Aken)
21. Tarunojo Nusa Wijaya(Bank Umum Servitia)
22. David Nusa Wijaya (Bank Umum Servitia)
23. Liem Sioe Liong/Anthony Salim/Salim Grup (Bank Central Asia)
24. Mohammad “Bob” Hasan (Bank Umum Nasional)
25. Sjamsul Nursalim (Bank Dagang Nasional Indonesia/BDNI)
26. Sudwikatmono (Bank Surya)
27. Ibrahim Risjad (Bank Risjad Salim Internasional)
28. Bambang Trihatmodjo (Bank Alfa)
29. Suryadi/Subandi Tanuwidjaja (Bank Sino)
30. Keluarga Ciputra (Bank Ciputra)
31. Aldo Brasali (Bank Orient)
32. Sofjan Wanandi (Bank Danahutama).[cal]

Pos terkait