Tangani Kasus HRS dan Ustadz Adi Hidayat, Aparat Tegakkan Hukum yang Berkeadilan

  • Whatsapp
Tangani Kasus HRS dan Ustadz Adi Hidayat, Aparat Tegakkan Hukum yang Berkeadilan
Anggota Komisi VIII DPR RI dari F-PKS, Hidayat Nur Wahid.

Monitorindonesia.com – Aparat penegak hukum diminta untuk menegakkan hukum yang berkeadilan, mengingat Indonesia sudah mendeklarasikna diri sebagai Negara Pancasila dan Negara Hukum. Untuk itu, hukum yang berkeadilan harus ditegakkan, termasuk pada kasus Habib Rizieq Syihab dan Ustadz Adi Hidayat.

Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Hidayat Nur Wahid dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu (5/6/2021), mengkritik tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan tuntutan 6 tahun penjara kepada HRS  dalam kasus Swab Rumah Sakit Ummi sebagai bentuk ketidak adilan.

Bacaan Lainnya

Tuntutan enam tahun penjara terhadap HRS, menurut Hidayat juga menghadirkan kembali diskriminasi hukum sebagaimana diakui Hakim dalam kasus lain yang sebelumnya disangkakan kepada Rizieq Shihab.Apabila keadilan hukum yang ditegakkan, maka alasan jaksa bahwa Rizieq Shihab menyembunyikan hasil tes Swab dirinya, sebagai kebohongan dan menimbulkan keonaran, seharusnya juga diterapkan kepada kasus sejenis yang dilakukan banyak pihak.

“Termasuk para menteri yang dinilai menyembunyikan fakta bahwa dirinya sebenarnya positif Covid-19. Seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebelum ditangkap KPK, dan Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri Airlangga Hartarto yang diberitakan juga terpapar Covid-19, dan tidak mengumumkannya ke publik, tapi tidak dikenai delik hukum apa pun,” ungkapnya.

Jadi, kata HNW -sapaan akrab Anggota Komisi VIII DPR RI itu, jangan salahkan apabila rakyat menilai telah terjadi diskriminasi hukum yang tidak menghadirkan keadilan hukum, di mana perbuatan yang sama dilakukan oleh orang lain, tapi tidak dijerat pidana.

“Sedangkan Rizieq Shihab yang bukan pejabat negara, dituntut dengan ancaman hukuman yang sangat tinggi, yakni 6 tahun penjara,” ujarnya lagi.

Pos terkait