Tanggul Roboh, Ribuan Warga Jatiasih Khawatir Banjir Besar Berulang

  • Whatsapp
Tanggul Roboh, Ribuan Warga Jatiasih Khawatir Banjir Besar Berulang
Wakil Wali Kota Tri Adhianto meninjau tanggul ambruk di RT 04/RW 10 Perumahan PGP, Jatiasih, Senin (15/2/2021).[ist]

Bekasi, Monitorindonesia.com – Ribuan keluarga yang bermukim di Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, khawatir dengan robohnya tanggul di bantaran Kali Bekasi. Tanggul yang dibangun untuk menahan luapan Kali Bekasi kini telah ambruk sepanjang 50-60 meter.

Komunitas Peduli Sungai Cikeas Cileungsi (KP2C) menjelaskan, saat normal tinggi muka air (TMA) pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi sekitar 200-250 centimeter (cm).

“Kondisi saat ini normal, ketinggian TMA 200 cm, air dari pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas tidak masuk ke permukiman warga. Tetapi apabila ketinggian sudah mencapai 365 cm, air masuk ke perumahan warga. Ini yang dikhawatirkan warga,” ujar Ketua KP2C, Puarman, Selasa (16/2/2021).

Dia mengatakan, selama ini kondisi TMA di posko pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi (P2C) pernah mencapai 5-6 meter tetapi air tidak masuk ke Perumahan PGP.

“Dengan tanggul yang roboh ini, warga sangat khawatir dan waspada ketinggian TMA di atas 365 cm,” imbuhnya.

Perumahan PGP merupakan wilayah hulu Kali Bekasi yakni pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Tanggul ambruk berada di RT 04/RW 10 Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

“Hari ini, sudah ada petugas BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) untuk memperbaiki tanggul,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Kepala BBWSCC Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Bambang Heri, meninjau lokasi tanggul ambruk di PGP, kemarin.

Tri mendapat laporan, tanggul ambruk ke badan sungai pada Minggu (14/2/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pihaknya bersama BBWSCC melakukan upaya darurat dengan membangun tanggul sementara menggunakan steel sheet pile (SSP) untuk mencegah luapan air Kali Bekasi.

“Kita sudah mulai pemasangan sheet pile dan untuk sementara akses jalan ini akan ditutup agar memperlancar mobilitas petugas dan alat berat,” kata Tri Adhianto.

Warga Perumahan PGP tak ingin kejadian pada 1 Januari 2020 lalu terulang kembali. Saat itu, perumahan mereka diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai 6 meter lebih.[hts]

Pos terkait