BREAKINGNEWS

TikTok PHK Karyawan di Indonesia dan Eropa

TikTok PHK Karyawan di Indonesia dan Eropa
TikTok melakukan PHK terhadap karyawan di Indonesia dan Eropa (Foto: Ist)

Jakarta, MI - TikTok mengonfirmasi telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi global yang dilakukan induk usahanya, ByteDance, di tengah fokus perusahaan memperkuat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan efisiensi operasional.

Restrukturisasi tersebut juga berlangsung di tingkat global. ByteDance berencana memangkas sekitar 300 posisi di kantor operasional Eropa di Dublin, Irlandia, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat bisnis dan mengembangkan sistem moderasi konten berbasis AI.

Pada Rabu (1/7/2026), TikTok memastikan adanya PHK di Indonesia, tetapi tidak mengungkap jumlah karyawan maupun divisi yang terdampak.

Konfirmasi itu muncul setelah akun komunitas teknologi Ecommurz melaporkan ByteDance diduga memangkas hingga 90% tenaga kerja Tokopedia. Namun, TikTok tidak menanggapi angka tersebut.

Dalam pernyataan resminya, TikTok menjelaskan bahwa perombakan organisasi dilakukan untuk mengalihkan fokus dan sumber daya perusahaan ke sektor-sektor yang dinilai mampu menopang pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

"Kami menyelaraskan kembali organisasi R&D kami menuju area yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan untuk bisnis kami, serta untuk komunitas kreator dan penjual di platform kami. Hal ini bukan keputusan yang mudah, dan fokus kami adalah mendukung rekan-rekan yang terdampak selama masa transisi," demikian pernyataan TikTok, dikutip dari Tech in Asia.

TikTok mengakuisisi 75% saham Tokopedia pada Desember 2023. Sejak itu, kedua perusahaan menjalani proses integrasi bisnis untuk menyatukan operasional.

Namun, integrasi tersebut sempat menuai keluhan dari sebagian penjual. Mereka menilai Tokopedia perlahan kehilangan identitasnya sebagai marketplace lokal setelah bergabung dengan TikTok.

Pangkas Ratusan Pekerja di Dublin

Restrukturisasi juga terjadi di luar Indonesia. TikTok dikabarkan akan memangkas sekitar 300 posisi di kantor Dublin, Irlandia, yang menjadi pusat operasional perusahaan untuk kawasan Eropa.

Pemangkasan ini terutama menyasar tim layanan data AI, operasional perusahaan, dan quality assurance. Sebagian fungsi pekerjaan disebut akan dialihkan ke pusat operasional regional lainnya.

Juru bicara TikTok mengatakan peninjauan struktur organisasi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat model operasi global, terutama di bidang kepercayaan dan keselamatan (trust and safety).

"Kami sedang menjajaki reorganisasi untuk memperkuat model operasi global kami demi kepercayaan dan keselamatan, termasuk proposal untuk mengembangkan cara kami bekerja guna memastikan tim tetap terukur dan gesit," ujar juru bicara TikTok.

TikTok memastikan sebagian karyawan yang terdampak restrukturisasi akan ditawari posisi lain di dalam perusahaan. Di saat yang sama, perusahaan juga membuka sejumlah lowongan baru, meski secara keseluruhan jumlah tenaga kerja tetap akan berkurang sekitar 300 orang.

Restrukturisasi ini tidak hanya menyasar fungsi operasional, tetapi juga tim moderator konten yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyaring konten berbahaya di platform.

Menurut TikTok, reorganisasi dilakukan untuk memperkuat sistem kepercayaan dan keselamatan dengan memanfaatkan teknologi terbaru, termasuk AI.

Selama ini, moderator bertugas meninjau video yang diunggah pengguna. Proses moderasi dilakukan berdasarkan bahasa, bukan lokasi geografis. Karena itu, pengurangan jumlah moderator berpotensi memengaruhi kualitas moderasi secara global, bukan hanya di negara tertentu.

TikTok menyebut konsultasi terkait restrukturisasi akan melibatkan tim di sejumlah negara lain, meski belum mengungkap wilayah mana saja yang terdampak.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

TikTok PHK Karyawan di Indonesia dan Eropa | Monitor Indonesia