BREAKINGNEWS

Alarm Siber! ATM hingga Mobile Banking Bisa Ditutup

Alarm Siber! ATM hingga Mobile Banking Bisa Ditutup
Perbankan global siaga menghadapi ancaman Artificial Intelligence (AI). (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Ancaman serangan siber kini memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar ulah peretas, tetapi diperkuat kecanggihan kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru yang membuat industri perbankan global berada dalam status siaga. Dalam skenario terburuk, layanan penting seperti ATM hingga mobile banking bahkan bisa terpaksa dihentikan sementara demi mengamankan dana nasabah.

Setelah Hong Kong, otoritas perbankan Jepang kini turut membunyikan alarm. Asosiasi Perbankan Jepang memperingatkan bahwa penghentian layanan secara mendadak bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan langkah darurat yang mungkin harus ditempuh apabila terjadi serangan siber berskala besar.

Kekhawatiran itu dipicu kemunculan model AI terbaru, Mythos, yang dikembangkan Anthropic. Teknologi ini diklaim mampu menemukan celah keamanan perangkat lunak dalam waktu sangat singkat. Jika dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab, AI tersebut dikhawatirkan dapat membantu peretas membobol sistem keamanan perbankan hanya dalam hitungan detik.

Ketua Asosiasi Perbankan Jepang, Masahiko Kato, menegaskan langkah pencegahan yang agresif, termasuk menonaktifkan jaringan ATM untuk sementara, bisa menjadi pilihan jika situasi mendesak. Di sisi lain, Anthropic mengakui Mythos mampu mengidentifikasi ribuan kerentanan pada sistem operasi dan peramban utama, sehingga potensi penyalahgunaannya menjadi ancaman serius bagi sektor keuangan.

Menghadapi risiko tersebut, industri perbankan global mulai memperketat pengawasan terhadap penggunaan AI di lingkungan internal. Pemerintah Amerika Serikat yang sebelumnya membatasi akses terhadap teknologi itu juga telah membuka kembali penggunaannya secara terbatas bagi organisasi tertentu, dengan tetap mengedepankan perlindungan dan stabilitas sistem keuangan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Alarm Siber! ATM hingga Mobile Banking Bisa Ditutup  | Monitor Indonesia