Terkait Pemeliharaan Lift Kantor Walikota Jakut, Kabag Umum Dilaporkan ke Kejaksaan

  • Whatsapp
Terkait Pemeliharaan Lift Kantor Walikota Jakut, Kabag Umum Dilaporkan ke Kejaksaan

 

MonitorIndonesia.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Coruption Care (LSM ICC) melaporkan Kepala Bagian Umum Dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Utara, selau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Laporan terkait dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan lif Gedung Kantor Walikota Jakarta Utara.

Dalam laporannya, Ketua LSM ICC, James, mengungkapkan, pemeliharaan lift Blok P, Q dan T senilai Rp 1.600.000.000,- TA 2020, diduga kuat terjadi penyelewengan. Menurutnya, sesuai dengan data dalam sistim informasi monitoring dan evaluasi, anggaran pemeliharaan lift tersebut terserap 100 persen.

Tambah James, kegiatan tersebut diadakan dengan dengan metode Penunjukan Langsung. Berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa.

” Kegiatan pemeliharaan lift tersebut diadakan dengan metode Penunjukan Langsung. Sementara pada kegiatan pengadaan lainnya seperti Pemeliharaan AC Sentral Spilit Duet dan Floor Standing ditetapkan dengan metode Tender. Penetapan kegiatan tersebut dengan metode Penunjukan Langsung sangat bertentangan dengan Perpres 16 Tahun 2018, Bab I, Ketentuan Umum, Pasal 1. Nomor 39. Patut diduga pengadaan paket tersebut cacat hukum, ” ujarnya.

Selain masalah administrasi, James menduga kegiatan pemeliharaan lift tersebut terjadi pengurangan volume dan permahalan harga. Dengan rincian sebagai berikut; Blok P, adalah Gedung Utama dengan 6 (enam) Unit Lift untuk 14 (empat belas) Lantai, Blok T, adalah Gedung Parkir dengan 2 (dua) unit lift untuk 9 (sembilan) Lantai, Blok Q, adalah Gedung Balai Yos Sudarso 2 (dua) unit lift untuk 4 (empat) Lantai.

Seharusnya kegiatan pemeliharaan dilaksanakan setiap bulan. Namun sesuai dengan progres fisik yang tertera pada sistim Informasi Monitoring dan Evaluasi bahwa kegiatan hanya sekali dilaksanakan dalam setahun yaitu pada bulan Desember dengan biaya Rp 1,6 Miliar,” jelas, biaya tersebut sangat mahal. Massa untuk pemeliharaan lift 10 unit untuk sekali pemeliharaan dengan angka sebesar itu?” cetusnya heran.

James juga menyampaikan keraguannya atas pemeliharaan lift tersebut. “Penelusuran/investigasi Kami, sepertinya hampir tidak ada pemeliharaan. Lift terkesan kumuh dan jorok disertai dengan bunyi yang agak bising. Salah satu lift di Blok O (Balai Yos Sudarso) tidak berfungsi. Menurut keterangan spontan Security, lift tersebut rusak, namun diralat lagi, bahwa lift difungsikan secara bergantian. Tidak jelas tujuan kenapa lift tersebut tidak difungsikan bersamaan. Namun diduga kuat lift tersebut bener-benar rusak,” bebernya.

Pihaknya berharap, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara segera menindaklanjuti laporan tersebut. (odr)

Pos terkait