Terlibat Kelompok Teror Neo Nazi, Polisi Inggris Dihukum Diperjara

  • Whatsapp
Terlibat Kelompok Teror Neo Nazi, Polisi Inggris Dihukum Diperjara

London, Monitorindonesia.com – Seorang polisi Inggris, Benjamin Hannam (22) dihukum penjara lantaran menjadi anggota kelompok teror Neo Nazi. Hannam dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun 4 bulan.

Seperti Dilansir AFP, Jumat (30/4/2021) Benjamin Hannam, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kriminal Pusat London terkait keanggotaan kelompok sayap kanan Aksi Nasional. Kelompok teror Neo Nazi itu telah dilarang sejak 2016.

Hannam telah menjadi petugas magang untuk Kepolisian Metropolitan London selama hampir dua tahun, sebelum dia ditemukan di basis data pengguna forum obrolan sayap kanan yang bocor.

Ia yang ditangkap tahun lalu itu, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana dia menghindari pemeriksaan keamanan untuk mendaftar menjadi anggota di kepolisian terbesar Inggris.

Hannam, yang mengaku bersalah memiliki citra tidak baik sebagai seorang anak. Dia juga dihukum karena berbohong pada formulir lamaran dan pemeriksaannya.

Dia selanjutnya dihukum karena memiliki dua dokumen teror, yaitu dokumen bertarung pisau dan menjelaskan cara membuat alat peledak.

Hannam dipecat minggu lalu dan dijatuhi hukuman penjara empat tahun empat bulan pada Jumat waktu setempat.

“Saya menganggap apa yang Anda lakukan sangat serius dan Anda telah merusak kepercayaan publik pada polisi karena tipu daya Anda,” kata hakim Anthony Leonard kepada Hannam di pengadilan.

Penyelidikan terhadap Hannam ini dipimpin oleh Met’s Counter Terrorism Command. Pimpinannya, Richard Smith mengatakan apa yang dilakukan Hannam itu memalukan dan “antitesis dari nilai-nilai polisi”.

“Kasus ini menggambarkan risiko nyata dan langsung yang ditimbulkan oleh ideologi yang dipenuhi kebencian dan mereka yang mempromosikannya secara online dan di tempat lain,” kata Smith dalam sebuah pernyataan.

Setelah bertahun-tahun berfokus pada ekstremis Islam, polisi dan kepala intelijen Inggris semakin khawatir dengan munculnya ancaman sayap kanan Neo Nazi.

Pada November lallu, asisten komisaris Polisi Metropolitan, Neil Basu mengatakan penguncian paksa selama pandemi Covid-19 telah menciptakan “badai yang sempurna” untuk radikalisasi online.

Basu, yang merupakan perwira polisi anti-terorisme tertinggi di Inggris, mengatakan ekstremisme sayap kanan sekarang menjadi ancaman yang tumbuh paling cepat.[AFP]

Pos terkait