Tersangka Daur Ulang Alat Test Antigen Bangun Rumah Mewah di Palembang

  • Whatsapp
tersangka-daur-ulang-alat-test-antigen
Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi. [Ist]

Medan, Monitorindoensia.com – Tersangka pegawai Kimia Farma Diagnostik yang mendaur ulang alat test antigaen di Bandara Kualanamu, Deliserdang berinisial PM (45) sedang membangun rumah mewah di kawasan Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Rumah tersebut diduga dibangun dari hasil pengunaan swab test antigen palsu.

“Kami harus mengecek kebenaranya, apakah dana pembangunan rumah itu aliran dari dana hasil pidana alat rapid test antigen bekas atau bukan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (3/5/2021).

Bacaan Lainnya

Hadi mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menyita rumah tersebut jika terbukti merupakan hasil dari pencucian uang dari swab test antigen daur ulang. “Kalau terbukti ya dijerat money laundering (pencucian uang). Kalau terkait pidana pasti disita lah,” kata Hadi.

Polda Sumatera Utara (Sumut) menggelar pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Kimia Farma Diagnostik Adil Fadillah Bulqini, atas kasus penggunaan alat rapid tes antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan pemeriksaan tersebut. Total sudah 23 orang saksi yang diperiksa dalam rangka pengembangan kasus tersebut.

Ia mengatakan bahwa ke-23 saksi yang diperiksa yakni lima orang saksi di tempat kejadian perkara (TKP), 15 orang dari Kimia Farma Diagnostik yang berada di Jalan RA Kartini Kota Medan.

“Kemudian dua orang dari PT Angkasa Pura Solution dan juga Dirut KFD (Kimia Farma Diagnostik),” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (2/5/2021). Hingga saat ini penyidik Polda Sumut masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka kasus penggunaan alat uji cepat antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, yang diketahui berlangsung sejak Desember 2020.

Lima orang tersangka yakni eks Plt Brance Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan R A Kartini, dan empat orang pegawai di perusahaan farmasi tersebut yakni DP, SP, MR dan RN.[man]

Pos terkait