Tiga Tahun Mangkrak, Kejagung Lanjutkan Kasus  PT Antam

  • Whatsapp
Tiga Tahun Mangkrak, Kejagung Lanjutkan Kasus  PT Antam

Monitorindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melanjutkan kasus dugaan korupsi di PT ANTAM yang telah mangkrak hampir tiga tahun.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah menyatakan, berkas perkara enam tersangka belum dapat dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

“Kemarin itu terganjal kerugian negara, makanya cukup lama. Itu tunggakan tiga tahun lalu. Makanya ini kami lanjutkan agar terbukti di persidangan,” ujar Febrie di Kejagung, Rabu (24/3/2021).

Febrie menyebut, akan meminta penghitungan kerugian negara dari tim audit lain agar dapat mempercepat pelimpahan berkas enam tersangka. Febrie menuturkan negara diperkirakan mengalami kerugian Rp125 miliar.

“Kalau dari kami, kan, kerugian negaranya diperkirakan Rp 125 miliar,” tuturnya.

Febrie menjelaskan, dalam kasus tersebut PT ANTAM terbukti melakukan pembelian tambang di daerah Jambi dengan cara melawan hukum. Penyidik pun menetapkan tersangka, yakni mantan Dirut ANTAM berinisial AL, Direktur Utama PT Indonesia Coal Resources berinisial BM, MT selaku Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkasa atau Pemilik PT RGSR, ATY selaku Direktur Operasi dan Pengembangan, HW selaku Senior Manager Corporate Strategic Development PT ANTAM, dan MH selaku Komisaris PT Tamarona Mas International.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fanal Sagala)

Pos terkait