Tregedi KRI Nanggala-402, DPR Minta KSAL Bertanggungjawab

  • Whatsapp
Tregedi KRI Nanggala-402, DPR Minta KSAL Bertanggungjawab
TB Hasanuddin.[dpr.go.id]

Monitorindonesia.com – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono bertanggung jawab atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402.

“Kasal Laksamana TNI Yudo Margono harus bertanggung jawab atas tragedi ini,” ujar TB Hasanuddin di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Bacaan Lainnya

TB Hasanuddin menyebut tanggung jawab ini diatur oleh Peraturan Presiden No.66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI Pasal 1, ketentuan umum. Pada Butir 8 tentang Pembinaan Kekuatan TNI adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang meliputi perencanaan, pemeliharaan dan pengembangan kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan TNI dalam rangka melaksanakan tugas pokok yang merupakan tanggung jawab Kepala Staf Angkatan dan dipertanggungjawabkan kepada Panglima.

Politikus PDIP ini mengatakan KRI Nanggala 402 tergolong kapal selam tua. Menurutnya, batas waktu operasi kapal selam itu bertahan sampai 25 tahun.

“Dilihat dari usianya, KRI Nanggala-402 buatan tahun 1978 tergolong cukup tua. Mengingat sebuah kapal selam biasanya hanya bertahan 25 tahun,” kata purnawirawan TNI AD.

TB Hasanuddin mengutip data dari salah satu sumber yang menyebut KRI Nanggala-402 telah melewatkan batas waktu pemeliharaan hingga tiga tahun. Dalam data itu disebut kapal selam seharusnya melakukan pemeliharaan setiap enam tahun untuk dinyatakan laik, terlebih dengan usia yang tua.

“Berdasarkan jadwal, kapal selam seharusnya melakukan pemeliharaan setiap enam tahun untuk dinyatakan layak, terlebih dengan usia yang tua,” kata TB Hasanuddin.

Dia juga meminta penyebab KRI Nanggala 402 tenggelam ditelusuri. TB Hasanuddin mendesak agar Panglima TNI dan Kemhan RI segera melakukan investigasi.

“Ini harus ditelusuri, apakah memang benar sejak di-retrofit tahun 2012 hingga saat ini KRI Nanggala 402 tak kunjung mendapatkan perawatan. Kalau memang benar ini sangat keterlaluan,” ucapnya.

“Lakukan investigasi keseluruhan termasuk soal anggaran dan teknis di lapangan,” pungkas TB Hasanuddin.

Laksamana Yudo Margono menngungkap tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan karena kesalahan manusia. Dia memastikan proses penyelaman kapal selam itu sudah sesuai dengan prosedur.

“Dari awal saya sampaikan bahwa kapal ini bukan human error. Karena saat proses menyelam itu sudah melalui prosedur yang betul,” kata Yudo dalam jumpa pers di Bali, Minggu (25/4/2021).

tenggelamnya KRI Nanggala-402 menyebabkan 53 awak kapal gugur. Kapal tua itu terbelah tiga di kedalaman 838 meter perairan utara Bali.[man]

Pos terkait