Turki Akan Beli 200 Pesawat Tempur Rusia

  • Whatsapp
Untuk Menangkap Seorang Jurnalis, Belarusia Kerahkan Pesawat Tempur
Ilustrasi pesawat tempur [Foto/AP]

Istambul, Monitorindonesia.com – Turki mengancam akan melanjutkan pembelian persenjataan militer Rusia meskipun ada peringatan dari Washington. Ancaman itu muncul ketika kebuntuan antara anggota NATO atas pembelian sistem rudal Rusia oleh Ankara.

Dengan Washington meningkatkan tekanannya pada Ankara untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan rudal S 400 Rusia, menteri pertahanan Turki Hulusi Akar bulan ini menepis kekhawatiran Amerika.

Bacaan Lainnya

Ini bukan sistem ofensif, kata Akar, menambahkan, sistem ini tidak dapat mengancam siapa pun dengan cara apa pun di mana ia ditempatkan. Ini bukan risiko, ancaman, atau bahaya bagi siapa pun, kata pejabat itu.

Washington mengatakan radar canggih rudal S 400 menimbulkan ancaman bagi sistem pertahanan NATO dan menyerukan penghapusannya.

Tetapi Ankara mengatakan sedang mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak rudal Rusia. Satu sumber yang dekat dengan pemerintah mengatakan Turki telah mencapai kesepakatan dengan Moskow.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengonfirmasi bahwa Ankara telah mulai menguji sistem buatan Rusia, menunjukkan tidak ada jalan untuk mundur.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan Turki dapat menghadapi sanksi jika membeli persenjataan Rusia lainnya, termasuk sistem rudal S 400 tambahan.

Kekhawatiran atas S 400 telah mengakibatkan Washington memblokir Turki untuk memodernisasi pesawat tempurnya yang sudah tua dengan F-35 Amerika yang canggih. Tetapi penasihat presiden Turki Mesut Casin memperingatkan Washington hanya akan memaksa Turki untuk meningkatkan hubungan militernya dengan Rusia.

“Kami membutuhkan 200 pesawat tempur. Ini adalah kenyataan, tetapi AS tidak memberikan pesawat tempur. Jadi Anda (AS) menekan (Turki) untuk membeli pesawat tempur Rusia; kami tidak ingin membelinya, “kata Casin.

“Tapi jika AS tidak memberikan pesawat tempur, kami bisa membeli pesawat tempur Rusia, karena kami membutuhkan pesawat tempur.”

Analis memperkirakan Ankara tidak akan melakukan pembelian senjata baru Rusia sampai pertemuan yang direncanakan antara presiden Turki dan Amerika di sela-sela KTT NATO bulan depan.

Ilham Uzgel, seorang analis hubungan internasional yang menulis untuk portal Duvar News mengatakan pembelian rudal Rusia tersebut menyandera hubungan AS Turki.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusolgu mengatakan Washington harus mengatasi keberatannya, berdiri teguh bahwa Turki tidak akan membatalkan pembelian rudal Rusia-nya.[Yohana RJ]

 

Sumber : VOA

Pos terkait