Ungkap Kasus Applikasi “Pesan Neraka” Australia Tahan 224 Orang

  • Whatsapp
Ungkap Kasus Applikasi "Pesan Neraka" Australia Tahan 224 Orang

Monitorindonesia.com – Kepolisian Australia menahan lebih dari 200 orang yang terlibat dalam tindakan kriminal yang terorganisir setelah meretas sandi aplikasi pesan yang membuka sekitar 25 juta pesan perihal ‘skala industri’ import obat-obatan dan rencana pembunuhan, pihak berwajib mengatakan Selasa (08/06/2021).

Mereka mengatakan bahwa gabungan operasi Federal Biro Investigasi antara Australia dan AS yang dimulai sejak 2018 telah menjerat para pelaku kriminal di Australia, Asia, Amerika Selatan, dan Timur Tengah yang terlibat dalam perdagangan narkoba di dunia.

Bacaan Lainnya

“Ini telah memberikan pukulan berat bagi perencanaan tindakan kriminal- tidak hanya di negara ini , tetapi satu ini bisa mengguncang semua organisasi pelaku kriminal di dunia. Ini merupakan saat penentu bagi sejarah penegak hukum Australia,” Perdana Menteri Australi, Scott Morrison menuturkan kepada para reporter di Sydney.

Australia tidak memberikan detail tentang tahanan di negara lain tetapi mengatakan bahwa Interpol dan FBI akan melangsungkan konferensi pers segera Selasa (08/06/2021).

Rencana yang disusun oleh para petugas hukum Australia dan FBI pada 2018 melihat para petugas di AS akan mengambil kendali sebuah aplikasi pesan yang disebut ANOM yang menurut para petugas sering digunakan para organisasi kriminal.

Ketika seorang pelaku dari Australia mulai mendistribusikan aplikasi tersebut kepada kelompoknya sebagai alat komunikasi yang aman, para petugas penegak hukum bisa memonitor semua pesan mereka.

“Kami sudah di belakang para organisasi pelaku kriminal tersebut,” Komisaris federal kepolisian Australia Reece Kershaw mengatakan kepada para pewarta pada saat melakukan pertemuan singkat.

“Semua yang dibahas adalah obat-obatan terlarang, kekerasan, saling menghajar, orang-orang tak bersalah yang akan dibunuh.”

Komisaris Kershaw mengatakan bahwa satu perencanaan pembunuhan yang menargetkan sebuah café dengan senjata mesin, sementara itu ada satu keluarga yang terdiri dari lima orang juga mejadi target. Pihak berwenang menuturkan bahwa mereka mampu mencegah serangan tersebut.

Total yang ditahan sebanyak 224 orang Senin (07/06/2021) dan 104 senjata api yang disita berikut dengan sejumlah uang tunai USD 34,9 juta. Sekitar 525 tuntutan yang ditujukan kepada para pelaku tetapi pihak berwenang masih berharap bisa lebih dalam beberapa minggu kedepan.[Yohana RJ]

 

Sumber : Reuters

Pos terkait