Usai Sampaikan Pesan Paskah, Ratu dan Pangeran Charles Berjalan Bersama di Windsor

  • Whatsapp
Usai Sampaikan Pesan Paskah, Ratu dan Pangeran Charles Berjalan Bersama di Windsor

Inggris, Monitorindonesia.com – Ratu Inggris berusia 94 tahun dan putra tertuanya menikmati waktu bersama sambil berjalan di sekitar taman Frogmore House di kediaman kerajaan dengan bunga bakung dan ceri yang sedang mekar berjarak sekitar setengah mil di bagian selatan Istana Windsor.

Foto keduanya sebenarnya diambil pada 23 Maret lalu tepat seminggu setelah Pangeran Philip kembali ke istana setelah dirawat selama sebulan di rumah sakit tetapi baru dirilis pada saat Jumat Agung.

Ratu dan Pangeran Charles keduanya mengenakan jubah terlihat sedang tersenyum dan tertawa sambil menyebrangi jembatan kecil yang indah di atas aliran sungai kecil di taman.

Ratu terakhir tampil pada hari Rabu (30/03/2021) ketika pertama kali tampil ke publik pada tahun ini untuk memperingati satu abad Royal Australian Air Force (RAAF) di Runnymede, Surrey.

Dia telah menyampaikan kesepekatannya melalui video sejak lockdown ketiga dilaksanakan pada awal tahun, dan sudah jarang terlihat di istana Windsor sejak wabah pandemi Covid-19 tahun lalu.

Sementara itu, Pangeran Charles telah merekam sebuah bait syair dari penyair dan Pastor Gerard Manley Hopkins, tutur Clarence House.

Narasi puisi dari Hopkins, God’s Grandeur akan ditampilkan pada saat ibadah virtual pada Minggu pagi (04/04/2021) di Stonyhurst College, sebuah sekolah asrama di Lancashire dimana ulama Viktoria menuntut ilmu.

Clarence House mengeluarkan pernyataan bahwa Pangeran Wales telah merekam syair Manley Hopkins, God’s Grandeur sebagai bentuk dukungannya terhadap oramg kristen di seluruh dunia pada saat Paskah.

“Paskah merupakan perayaan paling penting bagi gereja kristen untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus pada hari kwtiga setelah penyalibannya dan syair tersebut menyatakan harapan dan suka cita yang lekat padausim ini.”

Syair ini diawali dengan baris: Dunia ini dipenuhi dengan keagungan Tuhan “The world is charged with grandeur of God”

Menyala seperti cahaya dari gulungan kertas
Bersatu dalam kemegahan seperti aliran minyak yang bercucuran
“It will flame out, like shining from shook foil; It gathers to a greatness, like the ooze of oil Crushed”

Hopkins berhenti menulis syair stelah memutuskan untuk menjadi Pastor tetapi kemudian kembali menulis syair panjang untuk mengenamg lima orang biarawati yang meninggal pada saat kecelakaan kapal.

Syair -syairnya tidak diterbitkan secara keseluruhan sampai 1918 , hampir 30 tahun setelah kematiannya. Penggunaan bahasanya, efek rima yang baru dan kombinasi pilihan kata yang tidak biasa kemudian menggugah para penguasa termasuk diantaranya Dylan Thomas dan WH Auden.[Yohana RJ]

Sumber: Sky News

Pos terkait