Wacana Lock Down Jakarta Bisa Memicu Krisis  

  • Whatsapp
Wacana Lock Down Jakarta Bisa Memicu Krisis   
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto [net]

Jakarta Monitor Indonesia.com – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III meliputi Jakarta Utara, Barat, Kabupaten Kepulauan Seribu, Darmadi Durianto menilai, rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan skema lock down akhir pekan nanti perlu dikaji secara mendalam. Sebab, jika lock down diterapkan akan ada dampak yang cukup serius.

“Utamanya dampak perputaran ekonomi yang akan terganggu. Efek domino lainnya yaitu akan banyak para pekerja yang kena PHK karena perusahaan tempatnya bekerja gak mampu membiayai operasional nantinya,” kata Darmadi di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Menurut Darmadi, skema Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dicanangkan Pemerintah pusat sudah sangat relevan.

“PPKMnya dijalankan dengan benar atau tidak oleh Pemprov DKI Jakarta, ini pertanyaannya. Justru aneh kalau tiba-tiba ada wacana lock down. PPKMnya sebaiknya di maksimalkan jangan sibuk berwacana donk,” sindir dia.

Darmadi mengungkapkan, saat ini lock down bukan sebuah solusi dalam menekan laju Covid-19. Daya beli masyarakat kita kan masih drop, kalau ditambah kebijakan lock down yang ada bisa memicu krisis sehingga harus dipikirkan secara komprehensif.

Darmadi menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap jajarannya dilapangan. “Evaluasi berkala secara ketat harus dilakukan untuk mengukur sejauhmana efektivitas kebijakan PPKM. Jangan-jangan para pembantu gubernur Anies tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya,” tandasnya.

Kata dia, Pemprov DKI Jakarta mesti memahami gejala atau pola kebiasaan masyarakat yang terjadi di lapangan seperti apa sebelum mengambil sebuah kebijakan. “Harus tahu akar permasalahan. Akar permasalahan adalah masyarakat yang kurang disiplin, jadi mau lock down sekalipun kalau tidak dibarengi kedisiplinan akan percuma. Apakah dengan week end lock down akan mengurangi secara drastis?Weekend lock down bukan solusi,” katanya.

Yang paling dikhawatirkan, kata dia, jika wacana lock down benar-benar diterapkan di Jakarta, maka akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi secara nasional. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan-IV itu diangka -2.51%. Sedangkan kontribusi ekonomi pulau Jawa sangat signifikan yaitu diangka 58,75%.

Dengan demikian, jelas dia, begitu weekend lock down maka pertumbuhan akan terpengaruh besar karena sumbangsih Jawa 58 75%. “Dari sumbangsih 58,75% tersebut pengaruh paling besar adalah Jakarta. Mestinya ini jadi catatan,” tegasnya.(MI/odr)

 

Pos terkait