Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Dicekal

  • Whatsapp
Azis Syamsuddin
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.[ist]

Monitorindonesia.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri. Pencegahan ke luar negeri tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat penyidik KPK  dari Polri Stepanus Robin Pattuju, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan seorang pengacara Maskur Husain.

“Benar, KPK pada tanggal 27 April 2021 telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap tiga orang yang terkait dengan perkara ini,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Bacaan Lainnya

Ali mengatakan, ketiga orang itu dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga Oktober 2021. Pelarangan ke luar negeri ini dilakukan dalam rangka kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain.

“Agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia,” katanya.

Ali masih enggan mengungkap identitas tiga orang yang dicegah ke luar negeri tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga orang itu, yakni Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Azis Syamsuddin, serta dua orang dari unsur swasta, Agus Susanto dan Aliza Gunado.

Kabag Humas pada Biro Humas Hukum dan Kerja Sama Kementerian Hukum HAM, Tubagus Erif membenarkan KPK telah meminta Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk mencegah Azis Syamsuddin bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

“Benar KPK telah mengajukan permohonan pencekalan atas nama Azis Syamsuddin kepada Imigrasi Sesuai peraturan, pencekalan berlaku selama 6 bulan. Pencekalan berlaku sejak tanggal 27 April,” kata Tubagus Erif.

Azis diduga yang memperkenalkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju kepada Syahrial agar kasusnya tidak dilanjutkan di KPK. Hingga saat ini KPK belum menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Dalam kasus dugaan suap di Tanjungbalai, Azis disebut sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan sang walikota di rumahnya pada Oktober 2020.

KPK sudah menetapkan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, pengacara bernama Maskur Husain dan Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju bersama Maskur Husain diduga telah menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar. Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK.

Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp 438 juta.[man]

 

Pos terkait