YouTube Blokir Akses Siaran TV Ukraina Terkait Sekutu Kremlin

  • Whatsapp
YouTube Blokir Akses Siaran TV Ukraina Terkait Sekutu Kremlin

Moskow, Monitorindoneaia.com – Tiga saluran TV Ukraina berhubungan dengan sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin diblokir oleh YouTube pada hari Sabtu (24/04/2021), pemerintah Ukraina mengungkapkan bahwa itu tindaklanjut permintaan mereka untuk mencabut hak penyiaran melalui YouTube.

Ketiga akun YouTube tersebut adalah saluran ZiK, 112 Ukraine dan NewsOne tidak menampilkan konten mereka dan hanya tampak layar kosong dengan pesan: siaran ini tidak ada

Bacaan Lainnya

“Kami senang dengan perusahaan Amerika hang berpengaruh mau bekerja sama ketika itu berkaitan dengan isu keamanan nasional Ukraina dan kesalahan informasi Rusia,” Kedutaan Ukraina di Washington di akun twitter.

YouTube tidak memberikan respon terhadap permintaan Reuters untuk mengomentari isu ini. Tindakan ini terjadi setelah ketegangan berminggu-minggu di antara Kyiv dan Moskow karena konflik Ukraina timu dan benteng pertahanan pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina yang telah memperingatkan pendukung Ukraina barat dan aliansi militer NATO.

Rusia menuturkan bahwa mereka akan menarik pasukan militernya Jumata (23/04/2021).

Diduking oleh AS, Presiden Volodymyr Zelenskiy pemerintah mebmblokir penyiaran tiga saluran TV Ukraina pada bulan Februari, karena dugaan sebagai saluran propaganda Rusia dan sebagian dibiayai oleh Rusia.

Pemerintah juga meminta YouTube untuk menarik hak penyiaran akun mereka.

Pemilik Siaran TV yang terdaftar tersebut adalah Taras Kozak merupakan seorang anggota legislatif berasal dari oposisi Life Party.

Kozak bekerja sama dengan Viktor Medvedchuk sosok yang terkenal berlawanan dengan negara menyatakan bahwa Putin adalah wali anaknya perempuan. Kremlin telah mengatakan hubungannya denga Medvedchuk mewakilkan usaha Rusia menjaga hubungan mereka.

Medvedchuk dan Kozak masih belum memberikan jawaban terkait hal ini tetapi sebelumnta mereka mengutakan bahwa larangan penyiaran saluran TV mereka tidak saj

Medvedchuk awal tahun ini mengungkapkan kepada Reuters bahwa pengawasan keras dirancang untuk menutup mulut perihal kesalahan politik Presiden Zelenskiy, menurutnya Presiden Zelenskiy marah dengan informasi yang diungkap oleh saluran TV mereka.

Menteri kebudayaan Oleksandr Tkachenko mengucapkan terima kasih atas larangan YouTube menyebutkan siaran tersebut merupakan bagian dari propaganda Rusia untuk perang melawan Ukraina.[Yohana RJ]

Sumber: VOA

Pos terkait