Yunani, Jerman Memulai Sertifikat Vaksinasi Perjalanan di Eropa

  • Whatsapp
Yunani, Jerman Memulai Sertifikat Vaksinasi Perjalanan di Eropa

Monitorindonesia.com – Yunani, Jerman dan lima negara Eropa lainnya memperkenalkan sistem sertifikat vaksinasi bagi para pelancong pada Selasa (01/06/2021), beberapa minggu kedepan sejak 1 Juli akan dilakukan peluncuran program ini di 27 negara blok.

Negara-negara lain memulai lebih awal adalah Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Kroasia dan Polandia menurut Komisi Eropa.

Yunani yang sangat bergantung terhadapa pariwisata telah menekankan supaya certifikat dikenalkan secara umum kepada publik dengan menggunakan QR code dengan fitur keamanan yang terjamin. Sertifikat tersebut sedang dikeluarkan kepada orang yang sudah menerima suntikan vaksin secara lengkap dan juga bagi mereka yang sudah terjangkit virus dengan antibody yang sudah berkembang dan yang lainnya yang telah melakukan tes PCR dalam kurun 72 jam terakhir.

Dokumen tersebut akan bisa diakses secara digital dan kertas, tidak akan dikenakan biaya, ditulis dalam Bahasa nasional dan Bahasa Inggris dan akan sah di semua negara-negara blok.

“Warga negara Uni Eropa berharap bisa melancong lagi dan mereka ingin bepergian dengan aman. “Memiliki sertifikat Uni Eropa menjadi langkah penting dalam perjalanan,” Komisi Kesehatan Uni Eropa, Stella Kyriakides berkata.

Kementerian pengelolaan teknologi digital Yunani, Kyriakos Perrakakis mengatakan perjalanan yang lebih mudah akan dibuka di Uni Eropa karena semua negara memberlakukan standard verifikasi yang baru.

“Apa yang akan terjadi adalah semua negara akan berhenti menerbitkan sertifikat yang digunakan dalam negara sendiri dan diganti dengan konvensi umum. Itu akan menyederhanakan pertimbangan kesepakatan bilateral yang harus diselesaikan,” Pierrarkakis mengatakan melalui stasiun televisi Skai.

Kyriakides mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, semua negara Uni Eropa harus menyelesaikan sistem nasional masing-masing untuk mengeluarkan, menyimpan dan memverifikasi sertifikat sehingga sistem ini dapat berfungsi tepat waktu selama musim liburan.

Negara-negara akan diizinkan menambahkan ekstra vaksin terhadap daftar orang yang masuk termasuk mereka yang penggunaannya belum disetujui secara sah di seluruh Uni Eropa.

Komisi Uni Eropa meyakini bahwa orang –orang yang sudah divaksin tidak perlu dites ulang atau mengharuskan karantina tidak peduli mereka berasal darimana dan akan pergi kemana mulai 14 hari setelah suntikan vaksin kedua.[Yohana RJ]

 

Sumber : VOA News

Pos terkait