Yunarto Wijaya: Apapun Istilahnya, Fahri Hamzah itu Seorang Marketer

  • Whatsapp
Yunarto Wijaya: Apapun Istilahnya, Fahri Hamzah itu Seorang Marketer
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Moitorindonesia.com – Yunarto Wijaya selaku Direktur Eksekutif Charta Politika mengungkapkan bahwa seorang Fahri Hamzah adalah marketer, apapun istilahnya dia seorang marketer, ketika dia terlibat dalam sebuah konflik baik yang sifatnya personal, internal partai atau perbedaan pandangan, wacananya sering kali pro-kontra dan bergeser menjadi sebuah isu yang ada dipanggung nasional.

“Jadi apapun istilahnya, Fahri itu seorang marketer,” sebut Yunarto saat menjadi narasumber dalam kegiatan bedah buku karya mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang berjudul “Buku Putih: Kronik Daulat Rakyat Vs Daulat Parpol” yang digelar Party Watch (Parwa) Institute di Rocketz Café, The Nyaman Hotel, Tebet, Jakarta, Jumat malam (30/4/2021).

Bagaimana gaung, lanjut Yunarto, seorang Fahri Hamzah ketika sering kali dulu bertengkar dengan seorang Johan Budi, tapi kemudian dari situ lahir banyak perdebadan diksusi mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang selama ini tenggelam oleh arus populisme bahwa KPK tidak boleh salah.

“Itu kita harus akui. Sama seperti apa dalam buku ini, kalau orang mengatakan dari sudut marketing, akan bilang jago nih Fahri Hamzah, marketingnya nih Pak Herman Kertajaya, kenapa? Urusan personal bisa jadi terkait desain sistem tata negara dan kebangsaan, kira-kira kan seperti itu,” sebutnya.

Tapi, lanjut Yunarto, itu yang menarik bahwa karakter politisi seperti ini yang tidak mau terlibat budaya latah, arus populisme yang kemudian ada di sosial media misalnya, itu kemudian akan melahirkan dialog walaupun sering kali akhirnya bung Fahri harus menjadi bamper.

“Kalau dulu ditanya politisi yang terkesan paling alergi dengan KPK saya yakin ketika disurvei, orang akan mengatakan Nomor 1 adalah Fahri Hamzah. Dan yang luar biasanya adalah orang yang dianggap paling alergi dengan KPK sampai detik ini masih duduk baik-baik saja, tidak pernah terlibat kasus, itu saya pikir perlu tepuk tangan buat seorang Fahri Hamzah,” demikian Yunarto Wijaya. (Ery)

Pos terkait