Kejiwaan Novel Baswedan Dipertanyakan, Soal Apa?

Jakarta, MI - Sidang gugatan 49 eks Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tergabung dalam Indonesia Memanggil 57 (IM57+) mengungkap adanya fakta baru. Salah seorang saksi atas nama Novel Baswedan, mengungkapkan fakta bahwa Tanggal 25 November 2020, setelah ekspose perkara bahwa Ketua KPK Firli Bahuri menemui Novel di toilet waktu habis buang air kecil dan ke wastafel.
"Yang bersangkutan juga ke wastafel bilang ’Jangan nyerang-nyerang dong,” kata Novel kembali mengingat peristiwa itu, Jumat (1/7).
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto dalam siaran pers yang diterima Monitorindonesia.com Minggu (3/7) menyampaikan, apa yang disampaikan Novel Baswedan hanya karangan cerita. Hal itu juga fitnah alias halusinasi Novel Baswedan yang dikatakan Hari mulai terganggu kejiwaannya.
"Hasil penelusuran dan investigasi dari Studi Demokrasi Rakyat sendiri bahwa Ketua KPK RI Firli Bahuri posisinya sedang ada di Kaltara dan ada link berita yang menandakan jika posisi Ketua KPK RI tidak ada di Jakarta yaitu (https://dpmptsp.kaltaraprov.go.id/2020/11/25/ketua-kpk-komjen-pol-firli-bahuri-saat-melakukan-kunjungan-ke-dpmptsp-kaltara/)," ujar Hari.
Hari menegaskan, Novel Baswedan yang saat ini bertugas sebagai Wakil Ketua Satgassus Pencegahan Korupsi Polri dan menjadi ASN, semestinya saat memberikan kesaksian sesuai sumpahnya harus bicara kejujuran.
Hari mengatakan bahwa, "Itu hanya halusinasi yang diutarakan oleh Novel Baswedan tidak sesuai fakta". Tentunya halusinasi Novel Baswedan adalah bentuk cerminan diri pribadi dengan mengatakan tempatnya di toilet," ujarnya.
Menurut Hari, apa yang diutarakan dan diucapkan oleh Novel Baswedan selama ini mengarang, kebohongan dan fitnah.
"Tentunya ada konsekuensi untuk Novel Baswedan yang saat ini sudah sebagai ASN yang memiliki NIP dan berpangkat," pungkas Hari.
Sementara Firli Bahuri membantah pernah menemui mantan Penyidik KPK Novel Baswedan, usai gelar perkara OTT eks Menteri KKP Edhy Prabowo pada 25 November 2020 silam.
"Halusinasi. Tanggal 25 November 2020 saya tugas di Kaltara," ujar Firli Bahuri dalam pesan singkatnya, Minggu (3/7).
Firli mengatakan, sewaktu transit di Balikpapan dirinya menelpon Aleksander Marwata (AM) yang sedang tugas di Jambi untuk balik ke kantor karena ada expose kasus Kementerian Kelautan dan Perikana (KKP). "Sehingga pak AM kembali ke Jakarta dan memimpin expose perkara KKP. Saya melanjutkan tugas ke Kaltara," kata Firli Bahuri.[Lin]
Topik:
