Eks Kabais Sebut Senjata Glock 17 Bharada E Tak Masuk Akal, Itu Pegangan Pangkat Kapten ke Atas!

Jakarta, MI - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Laksamana (Purn) Soleman B. Pontoh mengaku heran dengan keterangan resmi Polri bahwa Bharada E menggunakan senjata api jenis Glock 17 yang dianggapnya tidak masuk akal.
Bagaimana tidak, senjata semi otomatis itu menurut Soleman, tidak layak dipergunakan oleh Bharada E yang masih Tamtama, apalagi magasinnya diisi 17 peluru.
“Itu enggak masuk akal. Dia itu dipegangkan Glock 17, seorang Tamtama itu masa pegang Glock, itu pegangan raja-raja, pangkat Kapten (AKP) ke atas, lah ini malah dipegangkan ke Tamtama,” kata Soleman kepada wartawan, dikutip pada Sabtu (16/7).
Kalaupun Bharada E, lanjut Soleman, ditugaskan mengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo, seharusnya Bharada E hanya cukup menggunakan senjata revolver dengan 5 peluru.
“Dalam situasi apa Glock dipegang, standarnya 5 (pistol) revolver, lah ini malah di rumah pake Glock. Mau ada apaan pegang Glock 17 peluru, mau ada maling atau apa,” ujar dia.
Atas hal inilah, pensiunan jenderal bintang dua TNI Angkatan Laut itu semakin tidak masuk akal dan kalau kasus tersebut diawali dengan kebohongan maka selanjutnya akan ada lagi kebohongan.
Kalau diawali dengan berbohong, maka akan ada kebohongan selanjutnya,” tukasnya.
Kasus baku tembak antar ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo itu terjadi di rumah persinggahannya di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat sore (8/7).
Brigadir J sempat terlibat baku tembak dengan Bharada E karena diduga melakukan pelecehan dan penodongan pistol kepada Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Berdasarkan keterangan polisi, Brigadir J tewas setelah menerima lima tembakan dari Bharada E saat terlibat baku tembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo.
Namun nyatanya lima tembakan tersebut mengakibatkan tujuh luka tembak pada tubuh Brigadir J.
Polisi pun menyebut bahwa satu peluru yang ditembakkan oleh Bharada E bisa menyebabkan dua luka tembak pada tubuh Brigadir J.
Sehingga jumlah luka tembak yang ada di tubuh Brigadir J lebih banyak dibandingkan jumlah peluru yang ditembakkan oleh Bharada E.
Topik:
